Senin, 04 Mei 2026
Warga Desa Tambak Keluhkan Pengelolaan DD dan ADD tak Libatkan Masyarakat
Laporan: Febri S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 09 Nov 2022 09:42
PELALAWAN- Warga desa Tambak Kecamatan Langgam mengeluhkan pengelolaan Dana Desa maupun dana ADD tidak melibatkan masyarakat. Pengelolaan DD ataupun ADD ditengarai dikerjakan langsung oleh TPK dan hanya segilintir orang saja.
Masyarakat menuding, pengelolaan DD dan ADD di desa Tambak, sangat bertentangan dengan mekanisme yang berlaku. "Sebetulnya, kami warga didesa Tambak sudah lama mempertanyakan, soal pengelolaan dana DD dan ADD. Pada tahun anggaran sebelumnya, selalu begitu, tapi tahun ini kami tidak tahun lagi. Kami terang menyatakan memprotes keras," terang salah seorang warga desa Tambak, Fauzi, Rabu (9/11/2022).
Dirinya bersama warga lain, sudah melupakan soal, pengelolaan dana DD dan ADD, pada tahun-tahun sebelumnya. Kata dia yang berlalu biarkan saja berlalu, seraya berharap agar pengelolaan dana DD dan ADD tahun ini betul-betul lewat mekanisme seperti memberdayakan masyarakat.
"Lah kenyataan, tahun ini sama saja, tidak ada perubahan sama sekali, pengelolaan dana DD dan ADD ini, dikerjakan langsung oleh TPK dan hanya memberdayakan segelintir orang saja seperti tukang," tegasnya.
Misalnya, dana DD dan ADD tahun ini, seperti pembangunan semenisasi, keramba, sumur bor, itu sebut Fauzi nyata-nyata dikerjakan oleh TPK dan segelintir orang berupa tukang saja.
"Dengan situasi ini kami berharap kepada pihak di kabupaten menyoroti soal pengelolaan dana DD dan ADD di desa Tambak, agar pengelolaan dana desa ini, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat banyak," harapnya.
Ditempat terpisah kepala desa Tambak Nirwan dikonfirmasi terpisah terkait pengelolaan dana DD dan ADD memastikan sudah melewati mekanisme yang ada. "Untuk pengelolaan dana DD dan ADD kita sudah melewati tahapan-tahapan serta mekanisme yang ada. Misalnya melewati proses Musyawarah Desa (Musdes)," ungkapnya.
Terkait dengan tudingan bahwa pengelolaan dana DD dan ADD dikerjakan oleh TPK dan sekelompok orang saja Kades Nirwan membantah. "Ini sebetulnya, hanya kekecewaan sekelompok masyarakat yang tidak senang dan tidak dapat, barang kali itu saja," tandasnya.***
komentar Pembaca