Sabtu, 02 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • AS Tutup Perbatasan dan Tembakkan Gas Air Mata untuk Atasi Serbuan Imigran

Internasional

AS Tutup Perbatasan dan Tembakkan Gas Air Mata untuk Atasi Serbuan Imigran

Senin, 26 Nov 2018 14:01
okezone.com

TIJUANA - Pihak Amerika Serikat (AS) pada Minggu menutup perlintasan perbatasan paling sibuk selama beberapa jam dan menembakkan gas air mata ke Meksiko untuk menghalau para imigran dari Amerika Tengah yang mendekati perbatasan AS-Meksiko. Tindakan itu dilakukan setelah Presiden Donald Trump mengatakan tidak akan memberikan akses masuk yang mudah bagi para imigran yang ingin masuk ke AS.

Pejabat AS mengatakan, lalu lintas di kedua arah sempat ditangguhkan selama beberapa jam di pelabuhan masuk San Ysidro antara San Diego dan Tijuana. Langkah ini menyebabkan gangguan perdagangan di perbatasan darat tersibuk di Belahan Bumi Barat. Penyeberangan pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan telah dibuka kembali.

Diwartakan Reuters, Senin (26/11/2018), ketegangan di perbatasan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan ribuan migran Amerika Tengah yang tiba di karavan berkemah di sebuah stadion olahraga di Tijuana. Pada Minggu, polisi Meksiko membubarkan demonstrasi terbaru dari rangkaian protes yang terjadi hampir setiap hari, memicu serbuan menuju perbatasan AS.

Petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menghentikan para imigran dengan serangkaian tembakan gas air mata sementara helikopter AS dan pemerintah Meksiko memantau dari udara.

Pemerintah Meksiko mengatakan telah merebut kembali kendali atas penyeberangan perbatasannya setelah hampir 500 imigran mencoba menyeberangi perbatasan AS "dengan cara kekerasan," dan bersumpah untuk segera mendeportasi para imigran Amerika Tengah yang berusaha memasuki AS secara ilegal.

Trump telah memperingatkan selama beberapa pekan terakhir tentang kafilah imigran Amerika Tengah yang mendekati Amerika Serikat. Anggota kafilah-kafilah itu berencana mengajukan permohonan suaka saat mencapai AS.

Sebagian besar anggota kafilah itu adalah migran Honduras yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di negara mereka. Para imigran tersebut mengatakan bahwa mereka akan menunggu di Tijuana sampai mereka mendapatkan suaka di AS, meskipun AS telah mengambil langkah-langkah untuk memperketat perbatasan.


(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.