- Home
- Internasional
- PBB Menuntut Pemulangan Warga Rohingya ke Myanmar Dibatalkan
Internasional
PBB Menuntut Pemulangan Warga Rohingya ke Myanmar Dibatalkan
Rabu, 07 Nov 2018 16:34
PELAPOR khusus hak asasi manusia PBB untuk Myanmar meminta agar pemerintah Bangladesh membatalkan proposal untuk memulangkan ratusan ribu pengungsi Rohingya ke Myanmar.
PBB memperingatkan pengungsi Rohingya menghadapi "risiko tinggi penganiayaan" apabila mereka pulang ke negara bagian Rakhine, Myanmar.
Informasi dipercaya yang didapatkan PBB menyebutkan bahwa para pengungsi Rohingya di Bangladesh mengaku sangat khawatir apabila dikembalikan ke Myanmar.
"Mereka berada dalam situasi ketakutan apabila terdaftar dalam rombongan yang akan dipulangkan," kata Yanghee Lee, pelapor khusus HAM PBB untuk Myanmar, dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Kantor berita AFP.
Dikatakan pula bahwa pihaknya tidak mendapatkan jaminan dari pihak berwenang Myanmar bahwa orang-orang Rohingya itu akan hidup aman setelah meninggalkan lokasi pengungsian di Bangladesh.
"Mereka tidak dapat memberikan jaminan bahwa orang-orang Rohingya itu tidak akan dianiaya kembali," kata Lee.
Menurutnya, akar penyebab krisis Rohingya harus ditangani terlebih dahulu, seperti hak kewarganegaraan dan kebebasan bergerak.
Lebih dari 700.000 orang Rohingya meninggalkan Myanmar pada tahun lalu setelah pemerintah negara itu memerangi kelompok-kelompok pemberontak di wilayah tersebut.
Kedua negara, yaitu Myanmar dan Bangladesh, bersepakat pada 30 Oktober lalu untuk memulangkan kembali warga Rohingya ke kampung halamannya di Rakhine, Myanmar, pada pertengahan November ini.
Walaupun demikian, para pegiat kemanusiaan mempertanyakan rencana itu, karena mereka menganggap kondisi di negara bagian Rakhine "belum kondusif untuk pengembalian" warga Rohingya.
Sejauh ini Myanmar tidak menganggap Rohingya sebagai kelompok etnis pribumi.
Tidak sedikit warga Myanmar, yang penduduknya mayoritas menganut
Buddha, menyebut orang-orang Rohingya sebagai "Bengali", sebuah sebutan
yang tersirat mereka adalah warga Bangladesh.
(okezone.com)
Internasional
Dugaan Kekerasan Mahasiswa Saat Demo, IMM Riau Desak Polda Segera Buka CCTV
PEKANBARU-Dugaan kekerasan terhadap mahasiswa saat melakukan aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Riau bergulir ke ranah hukum. Bahkan pemeriksaan saksi kunci telah dilakukan oleh Polda Riau.Dua orang
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Bengkalis Tegaskan Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat
BENGKALISâ€" Peringatan puncak Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polres Bengkalis untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Kap
Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polda Riau Rangkul Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Bersama
PEKANBARU - Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke 80, jajaran Kepolisian Daerah Riau menggelar acara doa bersama lintas agama. Kegiatan spiritual yang melibatkan berbagai tokoh masyarakat ini berla
Di Tengah Sorotan 60 Ribu Mahasiswa Batal Kuliah, Unri Catat 314 tak Daftar Ulang
PEKANBARU â€" Sebanyak 314 calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi di Universitas Riau (Unri) tidak melakukan daftar ulang hingga batas waktu registrasi yang telah ditetapkan. Kursi yang kosong
Juara Umum II Nasional, YAME Taekwondo Buktikan Mandau Gudangnya Atlet Berprestasi
DURI â€" Semangat juang dan kerja keras para atlet YAME Taekwondo kembali membuahkan hasil membanggakan. Tampil di ajang Sumut National Championship 2026, para taekwondoin muda asal Kecamatan Mandau,