Senin, 22 Jun 2026

33 Bangunan Terkubur Akibat Longsor, Warga Salah Pemerintah China

Selasa, 22 Des 2015 10:59
Reuters
33 bangunan terkubur akibat longsor, warga salahkan Pemerintah China

SHENZHEN – Bencana tanah longsor di wilayah Shenzhen, selatan China, yang mengakibatkan 33 bangunan runtuh dan terkubur, serta menyebabkan 85 orang hilang, telah membuat warga Shenzhen dongkol dan menyalahkan pemerintahnya.

Seorang penduduk Shenzhen bernama Chen Chengli menyatakan bahwa bencana longsor yang melanda wilayahnya disebabkan oleh kelalaian Pemerintah China.

"Jika saja pemerintah telah mengambil langkah tepat dan cepat sebelumnya. Saya yakin kami tidak akan tertimpa masalah (bencana longsor) ini," keluh Chengli, seperti diberitakan Washington Post, Selasa (22/12/2015).

Sementara itu, tetangga Chengli bernama Yi Jimin mengatakan, bencana longsor yang menimpa wilayah Shenzhen benar-benar terlihat tidak seperti bencana alam.

"Hujan lebat atau gunung meletus merupakan bencana alam. Namun, longsor kali ini menurut saya jelas bukan bencana alam. Ini merupakan akibat perbuatan dan ulah manusia," ujar Jimin.

Sebagaimana diberitakan, laporan terbaru menyebutkan bahwa Tim SAR yang terjun ke lokasi diketahui telah berhasil menemukan dan menyelamatkan enam korban yang sebelumnya terkubur reruntuhan bangunan akibat bencana longsor.

Berdasarkan keterangan Wakil Wali Kota Shenzhen Liu Qingsheng, bangunan-bangunan yang terkena dampak longsor di antaranya ada 14 pabrik, dua gedung perkantoran, sebuah kafe, tiga asrama pekerja industry, dan beberapa rumah penduduk.

Menurut ahli geologi yang diturunkan ke lokasi, longsor terjadi di area sebesar 450 ribu meter persegi. Lumpur setinggi 33 kaki menutupi lokasi longsor dan bangunan yang roboh. Lebih dari 900 warga setempat berhasil dievakuasi sebelum longsor terjadi.

Menurut saksi mata, tanah yang longsor berasal dari bekas area penggalian untuk pengerjaan konstruksi. Tanah tersebut menumpuk setinggi 110 meter dan membentuk sebuah bukit kecil sebagai hasil pengerjaan konstruksi selama dua tahun.

Wilayah Shenzhen merupakan sebuah area perumahan yang berada dekat kawasan industri. Dua bangunan yang rubuh dalam peristiwa tersebut diketahui merupakan asrama bagi para pekerja di sana.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 17:32

    Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1

    HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:27

    Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan

    PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:21

    200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu

    RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:18

    Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian

    KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:16

    Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah

    KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.