- Home
- Internasional
- 33 Bangunan Terkubur Akibat Longsor, Warga Salah Pemerintah China
33 Bangunan Terkubur Akibat Longsor, Warga Salah Pemerintah China
Selasa, 22 Des 2015 10:59
SHENZHEN – Bencana tanah longsor di wilayah Shenzhen, selatan China, yang mengakibatkan 33 bangunan runtuh dan terkubur, serta menyebabkan 85 orang hilang, telah membuat warga Shenzhen dongkol dan menyalahkan pemerintahnya.
Seorang penduduk Shenzhen bernama Chen Chengli menyatakan bahwa bencana longsor yang melanda wilayahnya disebabkan oleh kelalaian Pemerintah China.
"Jika saja pemerintah telah mengambil langkah tepat dan cepat sebelumnya. Saya yakin kami tidak akan tertimpa masalah (bencana longsor) ini," keluh Chengli, seperti diberitakan Washington Post, Selasa (22/12/2015).
Sementara itu, tetangga Chengli bernama Yi Jimin mengatakan, bencana longsor yang menimpa wilayah Shenzhen benar-benar terlihat tidak seperti bencana alam.
"Hujan lebat atau gunung meletus merupakan bencana alam. Namun, longsor kali ini menurut saya jelas bukan bencana alam. Ini merupakan akibat perbuatan dan ulah manusia," ujar Jimin.
Sebagaimana diberitakan, laporan terbaru menyebutkan bahwa Tim SAR yang terjun ke lokasi diketahui telah berhasil menemukan dan menyelamatkan enam korban yang sebelumnya terkubur reruntuhan bangunan akibat bencana longsor.
Berdasarkan keterangan Wakil Wali Kota Shenzhen Liu Qingsheng, bangunan-bangunan yang terkena dampak longsor di antaranya ada 14 pabrik, dua gedung perkantoran, sebuah kafe, tiga asrama pekerja industry, dan beberapa rumah penduduk.
Menurut ahli geologi yang diturunkan ke lokasi, longsor terjadi di area sebesar 450 ribu meter persegi. Lumpur setinggi 33 kaki menutupi lokasi longsor dan bangunan yang roboh. Lebih dari 900 warga setempat berhasil dievakuasi sebelum longsor terjadi.
Menurut saksi mata, tanah yang longsor berasal dari bekas area penggalian untuk pengerjaan konstruksi. Tanah tersebut menumpuk setinggi 110 meter dan membentuk sebuah bukit kecil sebagai hasil pengerjaan konstruksi selama dua tahun.
Wilayah Shenzhen merupakan sebuah area perumahan yang berada dekat kawasan industri. Dua bangunan yang rubuh dalam peristiwa tersebut diketahui merupakan asrama bagi para pekerja di sana.
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke
Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026
Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian