- Home
- Internasional
- Alat Tempur Jepang yang Gagal Disempurnakan saat Perang Dunia II
Alat Tempur Jepang yang Gagal Disempurnakan saat Perang Dunia II
Senin, 22 Feb 2016 15:10
Jepang menjadi negara Asia paling ditakuti saat pecahnya Perang Dunia II. Kendati keok dari pasukan sekutu pasca-dua kotanya yaitu Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom, Jepang tetap saja tak bisa diremehkan dalam hal persenjataan perang.
Bahkan, negara matahari terbit ini bisa dikatakan sejajar dengan kekuatan militer Amerika Serikat dan berbagai negara Eropa saat itu. Berikut dijabarkan beberapa alat persenjataan canggih milik Jepang yang bisa diandalkan saat Perang Dunia II namun gagal disempurnakan seperti dilansir dari boombastis.com.
Kapal Perusak Shimakaze
Shimakaze merupakan kapal perang paling hebat yang dimiliki Jepang di era 1940-an. Namun, kapal yang diprediksi akan membuat pasukan sekutu hancur lebur ini justru tidak rampung dibuat seluruhnya. Kekacauan yang terjadi pada Perang Dunia II membuat penyelesaian pembuatan kapal ini molor.
Kapal Shimakaze (foto: enokie.dip.jp)
Kapal Shimakaze sebenarnya berhasil dibuat pada tahun 1943, namun kapal hebat itu ditenggelamkan sekutu sebagai aksi balas dendam atas penyerangan militer Jepang ke Pelabuhan Pearl Harbour.
Seandainya kapal ini berhasil disempurnakan, bukan mustahil Jepang bisa menjelma menjadi penguasa dunia. Ya, kapal ini memiliki persenjataan lengkap, termasuk 15 torpedo yang terpasang dengan sempurna, maupun meriam hingga senapan otomatis yang bsia ditembakkan kapan saja.
Nakajima G8N
Satu lagi alat tempur milik negeri matahari terbit yang sangat canggih di masa lalu. Ia adalah Nakajima G8N, yang merupakan pesawat pengebom generasi terbaru yang dimiliki oleh Jepang saat itu.
Nakajima G8N (foto: wikiwand.com)
Lagi-lagi pengembangan dari pesawat ini dilakukan pada tahun 1944, di mana saat itu pasukan sekutu sudah membombardir Jepang dengan sekuat tenaga. Sehingga produksi Pesawat Nakajima G8N dibatalkan.
Untuk diketahui, pesawat ini mampu melesat dengan jarak tempuh mencapai 3.200 km. Ia juga dapat mengangkut bom dengan bobot mencapai 3,6 ton. Pesawat ini hanya menjadi prototype pasca Jepang kehabisan bahan aluminium untuk membangun banyak pesawat.
Nakajima Kikka
Nakajima Kikka adalah prototype jet tempur pertama produksi Jepang. Jet tempur ini terinspirasi dari jet milik Jerman, Messerschmitt Me 262. Pemerintah Jepang kala itu menugaskan sebuah perusahaan bernama Nakajima untuk mendesain pesawat yang persis dan mengimpor sebagian onderdilnya dari Jerman.
Nakajima Kikka (foto: warthunder.com)
Namun sayang, onderdil itu tidak pernah sampai ke Jepang karena masalah tertentu, sehingga memaksa Jepang membuat beberapa onderdil dan mengujicobakan kembali Nakajima Kikka di tahun 1945. Ironisnya, percobaan tersebut kerap mengalami kegagalan. Alhasil, Jepang menyerah tanpa syarat setelah diterjang serangan bertubi-tubi oleh pasukan sekutu. (okezone.com)
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke