Sabtu, 02 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab Beri Bantuan Rp 7 T untuk Yaman

Rabu, 21 Nov 2018 14:00
Detik.com
Riyadh - Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE) yang memimpin koalisi militer melawan pemberontak Houthi di Yaman, mengumumkan pemberian bantuan kemanusiaan sebesar US$ 500 juta (Rp 7,1 triliun) untuk Yaman yang dilanda konflik berkepanjangan itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (21/11/2018), pengawas utama pada King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre, Abdullah Rabeeah, menuturkan bahwa Saudi dan UAE masing-masing akan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar US$ 250 juta (Rp 3,5 triliun) untuk Yaman.

Bantuan kemanusiaan itu bertujuan untuk menyokong lebih dari 10 juta orang yang mengalami krisis pangan di Yaman.

Disebutkan Rabeeah, bantuan kemanusiaan itu akan disalurkan melalui Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga melalui kelompok kemanusiaan lainnya, baik internasional maupun lokal.

Pengumuman soal bantuan kemanusiaan untuk Yaman ini disampaikan Rabeeah dalam konferensi pers gabungan di Riyadh, bersama Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional UAE, Reem al-Hashimy,

Paket bantuan terbaru ini diumumkan setelah Saudi, UAE dan Kuwait sebelumnya menawarkan bantuan US$ 1,25 miliar untuk rencana tanggap kemanusiaan PBB di Yaman bagi tahun 2018.

Diketahui bahwa Saudi dan UAE melakukan intervensi dalam konflik Yaman sejak tahun 2015 untuk mendukung pemerintahan Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi setelah pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa. Baik koalisi militer Saudi dan UAE maupun pemberontak Houthi sama-sama dituduh mendalangi aksi-aksi yang mengarah pada kejahatan perang di Yaman.

Catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut nyaris 10 ribu orang tewas dalam konflik Yaman, sejak koalisi Saudi melancarkan operasi pada Maret 2015 lalu. Kelompok-kelompok HAM meyakini jumlah korban tewas jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai lima kali lipat lebih banyak.

Konflik di Yaman yang disebut sebagai salah satu negara paling miskin di dunia, telah membuat negara itu berada di ambang kelaparan massal. PBB menyebut situasi di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pekan lalu, Sekjen PBB Antonio Guterres mengungkapkan bahwa PBB telah memberikan bantuan kemanusiaan untuk sekitar 8 juta warga Yaman. Jumlah warga Yaman yang membutuhkan bantuan kemanusiaan dikhawatirkan bertambah menjadi 14 juta jiwa tahun depan.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.