- Home
- Internasional
- Australia Akui Yerusalem Barat Jadi Ibu Kota, Israel Tak Senang
Internasional
Australia Akui Yerusalem Barat Jadi Ibu Kota, Israel Tak Senang
Senin, 17 Des 2018 14:31
Secara terpisah, orang kepercayaan Netanyahu menyebut sebuah kesalahan bagi Australia untuk menolak mengakui kendali Israel atas Yerusalem secara keseluruhan. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (17/12/2018).
Diketahui bahwa Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang tahun 1967 dan mencaploknya dalam langkah yang tidak diakui internasional. Palestina selama ini menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota bagi negaranya di masa mendatang.
Setahun lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memancing kemarahan publik Palestina dengan mengakui Yerusalem secara keseluruhan sebagai ibu kota Israel. Pengakuan Trump itu mengabaikan klaim Palestina soal Yerusalem Timur.
Dalam pernyataannya, Morrison juga menekankan komitmen Australia untuk suatu hari nanti mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Morrison menegaskan bahwa Australia selalu memegang teguh solusi dua-negara.
Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri Israel menyampaikan pernyataan yang tidak terlalu antusias dengan hanya menyebut pengakuan Australia itu sebagai 'langkah di arah yang benar'. Netanyahu juga terkesan bungkam terhadap pengakuan Australia itu.
Saat menghadiri rapat kabinet mingguan pada Minggu (16/12) waktu setempat, Netanyahu menolak untuk berkomentar lebih lanjut. "Kami telah merilis pernyataan lewat Kementerian Luar Negeri. Saya tidak ingin menambahkan apapun," ucap Netanyahu kepada wartawan setempat.
"Sangat disesalkan, dengan berita positif ini mereka melakukan kesalahan," ujar Hanegbi merujuk pada Australia.
"Tidak ada pemisahan antara sebelah timur dan seberat barat kota itu. Yerusalem adalah satu keseluruhan, bersatu. Kendali Israel atas Yerusalem adalah abadi. Kedaulatan kami tidak akan bisa dibagi atau diganggu. Dan kami harap Australia akan segera menemukan cara untuk memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan," imbuhnya.
Isu Yerusalem mencuat sejak Oktober lalu setelah Morrison menyatakan pihaknya terbuka untuk memindahkan Kedubes Australia di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem. Kalangan Australia sendiri menilai gagasan itu bermotif politik karena dilontarkan menjelang pemilu krusial di wilayah Wentworth, New South Wales, yang memiliki konstituen warga Yahudi yang kuat. Partai Liberal yang dipimpin Morrison kalah dalam pemilu itu.
(detik.com) Internasional
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit