Selasa, 05 Mei 2026

Internasional,

Bantuan Kembali Didistribusikan di Gaza Usai Penembakan Mematikan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 06 Jun 2025 18:17
okezone.com

YERUSALEM  - Sebuah organisasi yang didukung Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali mendistribusikan bantuan di Gaza pada Kamis (5/6/2025). Distribusi bantuan sempat dihentikan imbas serangkaian penembakan mematikan di dekat operasinya.

1. Bantuan Kembali Disalurkan

Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF) yang berbasis di AS mengatakan, 26 truk berisi makanan telah dibagikan di dua lokasi di wilayah Rafah, Gaza selatan.

GHF telah dikritik keras oleh organisasi-organisasi kemanusiaan, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Itu karena dugaan kurangnya kenetralan. GHF mulai mendistribusikan bantuan minggu lalu dan telah menjalankan tiga lokasi awal minggu ini.

Direktur Sementara GHF, John Acree mengatakan, ingin membuka lebih banyak lokasi, termasuk di Gaza utara.

"Memastikan pengiriman bantuan yang menyelamatkan nyawa dengan aman dan lebih efisien," katanya, melansir Reuters, Jumat (6/6/2025). 

PBB telah memperingatkan, sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza berisiko kelaparan setelah blokade Israel selama 11 minggu di daerah kantong itu. Risiko kelaparan ini termasuk tingkat anak-anak kecil yang menderita kekurangan gizi akut hampir tiga kali lipat.

"Kegagalan untuk menyediakan makanan terapeutik dan layanan kesehatan yang mendesak bagi anak-anak menempatkan ribuan nyawa pada risiko langsung, dan dapat mengakibatkan hilangnya nyawa yang tidak perlu dan terus-menerus," kata Kepala Bantuan PBB, Tom Fletcher, kepada Dewan Keamanan dalam sebuah catatan.

2. Jasad Sandera

Sementara itu, Israel mengumumkan telah menemukan jenazah dua sandera berkewarganegaraan ganda Israel-Amerika dari Gaza. Gadi Hagi dan istrinya Judy Weinstein-Hagi tewas dan dibawa ke Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang. 

Lima puluh enam sandera masih ditawan, dengan kurang dari setengahnya diyakini masih hidup.

3. Israel Gempur Gaza

Militer Israel telah mengintensifkan operasi di Gaza sejak melanggar gencatan senjata yang rapuh dengan Hamas pada Maret.

Otoritas Kesehatan Gaza menyatakan, setidaknya 20 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza pada Kamis. Ini termasuk empat wartawan di sebuah rumah sakit di wilayah utara daerah kantong itu.

Militer mengatakan, mereka telah menargetkan seorang militan Jihad Islam yang mengoperasikan pusat komando dan kendali.

Kantor media pemerintah yang dikelola Hamas mengatakan, 225 wartawan di Gaza telah tewas sejak perang dimulai.


Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.