Kamis, 25 Jun 2026

Bentrok dengan Petani Bunga Poppy, 20 Aktivis Antinarkoba Terluka

Jumat, 26 Feb 2016 17:42
(Foto: Telegraph)
Sebanyak 20 aktivis antinarkoba Pat Jasan terluka usai bentrok dengan petani bunga poppy

KACHIN – Penantian para petani bunga poppy di Myanmar akan musim panen yang sebentar lagi datang dirusak bentrokan dengan aktivis antinarkoba di Negara Bagian Kachin. Bunga poppy sendiri merupakan bahan dasar dari narkotika jenis opium.

Kelompok antinarkoba yang menamakan diri Pat Jasan menggunakan pendekatan garis keras untuk memberantas narkoba dan penyalahgunaannya. Narkoba merupakan masalah sosial yang punya dampak luas di negara bagian tersebut. Dalam beberapa aksinya, mereka menginjak-injak serta menghancurkan bunga poppy sehingga petani setempat marah.

Dalam beberapa bulan terakhir sejumlah bentrokan terjadi antara Pat Jasan dengan petani bunga poppy di Waingmaw, Kachin. Insiden terbaru, kedua pihak terlibat bentrokan pada Kamis 25 Februari 2016 dengan menggunakan senjata api dan bahan peledak. Alhasil, 20 anggota Pat Jasan terluka.

Usai bentrokan, pemimpin kelompok yang didirikan Gereja Baptis Kachin itu meminta diadakan pertemuan dengan pemerintah daerah setempat. Aktivis Pat Jasan diduga marah karena sekira 200 pasukan keamanan yang seharusnya melindungi mereka tidak melakukan tugas dengan baik.

Menurut keterangan anggota Pat Jasan, saat sedang bernegosiasi dengan penjaga ladang, mereka diserang oleh sekelompok orang dengan granat tangan dan senjata api. Namun, pasukan keamanan tidak menghalau kelompok tersebut atau membantu mengevakuasi aktivis Pat Jasan hingga bentrokan berakhir.

"Kami curiga dengan mereka. Makanya, kami ingin mendengar alasan pemda terkait insiden tersebut," ujar salah satu pimpinan Pat Jasan U Tan Gong, seperti dilansir Asian Correspondent, Jumat (26/2/2016). Sementara itu, warga lokal berkumpul di luar Rumah Sakit Mytikina usai bentrokan untuk memprotes aksi kekerasan yang terjadi.

Myanmar adalah negara kedua terbesar penghasil opium di dunia setelah Afghanistan. Banyak petani di daerah-daerah miskin beralih untuk menanam opium di tengah kegagalan pemerintah mengurangi peredaran narkoba di Negara Tanah Emas. Ada dugaan militer menjadi beking dari transaksi narkoba yang bernilai miliaran dolar Amerika Serikat itu.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.