Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Dikirimi Balon yang Dipasangi Peledak, Israel Gempur Hamas di Gaza

Internasional

Dikirimi Balon yang Dipasangi Peledak, Israel Gempur Hamas di Gaza

Senin, 04 Mar 2019 15:55
Ilustrasi (AFP Photo/JACK GUEZ)
TEL AVIV - Militer Israel melancarkan serangan udara terhadap Hamas di Jalur Gaza bagian utara. Gempuran itu dimaksudkan untuk membalas kiriman balon-balon yang membawa 'alat peledak' yang diterbangkan ke wilayah Israel.

Seperti dilansir AFP, Senin (4/3/2019), gempuran udara itu dilancarkan militer Israel ke Gaza pada Minggu (3/3) waktu setempat.

"Hari ini, alat peledak dilemparkan dari Jalur Gaza di pagar perbatasan Israel," demikian pernyataan militer Israel via Twitter pada Minggu (3/3) kemarin.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyatakan salah satu pesawat tempurnya menargetkan sebuah pos militer Hamas untuk merespons serangan balon peledak tersebut. Tidak ada korban jiwa akibat balon yang dipasangi peledak itu.

"Sejumlah balon yang membawa sebuah alat peledak diluncurkan dari Jalur Gaza menuju wilayah Israel. Tidak ada korban luka atau kerusakan yang dilaporkan," sebut militer Israel dalam pernyataan resminya.

Pernyataan militer Israel itu dirilis setelah seorang sumber keamanan Hamas menyatakan pesawat tempur Israel pada Minggu (3/3) waktu setempat menyerang titik pengamatan di sebuah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (2/3) malam waktu setempat. Menurut sumber keamanan Hamas, serangan itu tidak memicu korban luka.

Diketahui bahwa beberapa bulan terakhir, balon-balon yang dipasangi peledak atau dipasangi objek yang dibakar kerap diterbangkan ke wilayah Israel dari Gaza. Insiden yang disebut oleh media-media Israel sebagai 'serangan balon' itu terjadi bersamaan dengan unjuk rasa mingguan yang digelar warga Palestina dan seringkali berujung bentrokan di perbatasan Israel-Gaza.

Akhir Februari lalu, dilaporkan setidaknya ada tiga balon yang dipasangi objek yang terbakar diterbangkan dari Gaza ke wilayah Israel. Sejumlah balon api itu melintasi perbatasan dan masuk hingga ke wilayah Israel. Balon-balon api itu dilaporkan ada yang mendarat di wilayah Israel dan ada yang meledak di udara.

Tidak diketahui pasti pihak atau kelompok yang bertanggung jawab atas balon-balon yang dipasangi peledak itu. Namun selama ini, Israel selalu menganggap Hamas yang menguasai Gaza, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas setiap serangan yang datang dari Gaza.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:29

    Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026

    JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:27

    Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.