- Home
- Internasional
- Gambia Jual Mobil dan Pesawat Milik Mantan Presiden Demi Kurangi Utang Negara
Internasional
Gambia Jual Mobil dan Pesawat Milik Mantan Presiden Demi Kurangi Utang Negara
Jumat, 11 Mei 2018 13:56
BANJUL – Gambia menjual beberapa pesawat dan armada mobil-mobil mewah yang dibeli oleh mantan Presiden Yahya Jammeh demi membantu mengurangi jumlah utang yang diambil semasa pemimpin otoriter itu berkuasa.
Jammeh, yang merebut kekuasaan melalui kudeta pada 1994, melarikan diri dari Gambia awal tahun lalu di tengah ancaman intervensi militer dari negara-negara tetangga Gambia di Afrika Barat. Ancaman intervensi itu dilayangkan setelah Jammeh menolak mundur menyusul kekalahannya dalam pemilihan presiden dari Adama Barrow.
Meski sebagian besar rakyat Gambia menderita kemiskinan di bawah pemerintahannya, Jammeh justru mengeruk kekayaan besar, yang kemudian dia bawa dengan pesawat ke pengasingannya di Guinea Ekuator. Namun, ratusan mobil, termasuk beberapa Rolls-Royce dengan nama Jammeh yang terpampang di bangkunya ditinggalkan di tarmac bandara.
"Armada kendaraan mahal di Gedung Negara dan tiga pesawat yang dibeli oleh mantan presiden Yahya Jammeh telah dijual," kata Menteri Keuangan Gambia, Amadou Sanneh sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (11/5/2018).
"Kementerian saya akan segera mulai memublikasikan penjualannya."
Pada Rabu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan Gambia untuk tidak menambah pinjamannya karena stok utangnya telah mencapai 130 persen dari gross domestic Products (GDP) pada akhir tahun lalu. Sebagian besar utang itu dikontrak pada masa pemerintahan Jammeh baik melalui pinjaman negara atau pengambilalihan kewajiban perusahaan milik negara.
"Biar saya jelaskan ... (jumlah utang) bahkan mungkin lebih
tinggi karena kami belum membuka buku perusahaan milik negara," kata
Pimpinan Misi IMF di Gambia, Jaroslaw Wieczorek.
Sejak memegang jabatan dan menemukan bahwa kas negara hampir kosong, Barrow dan pemerintahannya telah berusaha untuk memisahkan keuangan negara dari bisnis-bisnis pribadi milik Jammeh.
Sanneh mengatakan, tahun lalu sekira USD100 juta atau lebih dari sepertiga anggaran tahunan pemerintah disedot dari perusahaan-perusahaan negara.
Presiden Barrow telah membentuk sebuah komisi yang mendatangi properti-properti milik Jammeh untuk mencatat kepemilikan mantan penguasa itu dengan tujuan untuk mengambil kembali aset-aset yang dicuri dari negara.
Para penyelidik juga berusaha mencari tahu aset-aset dan kekayaan Jammeh yang disimpan di luar negeri. Namun, proses itu telah mendapatkan perlawanan dari pendukung dan partai politik Jammeh yang menuduh Barrow sedang menjadikan Jammeh sebagai kambing hitam untuk dihukum.
(okezone.com)
Internasional
7 Manfaat Rutin Minum Air Lemon Hangat, Bisa Turunkan Risiko Batu Ginjal!
TUJUH manfaat bisa didapat dari rutin minum air lemon hangat. Bahkan, minum air lemon hangat bisa menurunkan risiko batu ginjal.Minum air lemon hangat sendiri sering jadi kebiasaan
Susah Tidur meski Badan Lelah? Biji Pala Ternyata Bisa Bantu Atasi Insomnia Ringan
TIDUR nyenyak setelah seharian beraktivitas menjadi satu hal yang diinginkan oleh semua orang. Namun terkadang, ada saja kondisi di mana badan sudah lelah namun kamu masih sulit untuk tidur.Konte
7 Ide Sarapan Tinggi Protein Selain Telur, Cocok untuk Diet Sehat!
TUJUH ide sarapan tinggi protein selain telur menarik diulas. Sebab, menu-menu ini cocok juga untuk diet sehat.Sarapan di pagi hari cenderung didominasi oleh protein agar tubu
Mitos atau Fakta: Perempuan Lebih Rentan Alami Osteoporosis?
JAKARTA - Seringkali beredar informasi soal perempuan yang lebih rentan osteoporosis dibandingkan laki-laki. Ternyata informasi itu bukan sekadar mitos, namun fakta yang erat hubunganny
Dorong Budaya Hidup Sehat, Dirut BPJS Kesehatan Lari Bareng Komunitas di Balikpapan
BALIKPAPAN - BPJS Kesehatan terus mendorong perubahan perilaku hidup sehat sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan pada kegiatan Balikp