Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Ilmuwan temukan rahasia gelap kuburan massal ratusan tahun lalu di Peru

Internasional

Ilmuwan temukan rahasia gelap kuburan massal ratusan tahun lalu di Peru

Sabtu, 28 Apr 2018 13:23
National Geographic
Penemuan kuburan massal anak-anak di Peru.

Sisa-sisa kerangka 140 anak-anak dan 200 bayi ilamas, hewan mirip unta berasal dari Amerika Selatan, ditemukan di pantai utara Peru. Ini mungkin jadi bukti terbesar dalam pengorbanan anak terbesar sepanjang sejarah.

Dalam laporan yang diterbitkan National Geographic pada Kamis (26/4), menuliskan pengorbanan ini diyakini telah terjadi 550 tahun yang lalu di Kekaisaran Chim pra-Kolumbia, di sebuah situs kurban yang sebelumnya dikenal sebagai Huanchaquito-Las Llamas, dekat dengan situs Warisan Dunia UNESCO Chan Chan, di kota modern Trujillo.

Foto yang dirilis National Geographic menunjukkan lebih dari selusin tubuh yang diawetkan terkubur di pasir kering selama lebih dari 500 tahun.

Anak-anak itu diperkirakan berusia antara 5 hingga 14 tahun. Sedangkan kerangka bayi ilamas diperkirakan berusia kurang dari 18 bulan.

"Sisa-sisa kerangka itu menunjukkan adanya bukti sayatan besar di dada serta patah tulang rusuk pada anak-anak dan hewan," kata laporan itu, dikutip dari CNN, Minggu (28/4).

Kemungkinan ritual itu dilakukan untuk mengambil jantung mereka. Bukti memperlihatkan bagian tulang dada mereka yang telah robek.

Bukti lain menunjukkan jika wajah anak-anak itu diolesi cinnabar, bebatuan berwarna merah bata yang pada zaman kuno digunakan sebagai pengobatan.

"Hal yang sama juga ditemukan pada wajah ilamas," kata laporan itu.

Menurut National Geographic, kerangka anak-anak itu dikubur menghadap ke barat, ke arah laut. Sedangkan bayi-bayi ilamas dikubur menghadap ke timur, menuju puncak Andes yang tinggi.

Berdasarkan bukti dari lapisan lumpur kering, laporan menyatakan percaya bahwa semua pengorbanan manusia dan hewan terjadi pada saat yang sama.

Laporan juga menyebutkan soal temuan tiga orang dewasa yang ditemukan memiliki trauma di kepala. Ilmuwan terkemuka percaya bahwa mereka juga merupakan bagian dari pengorbanan.

Sejak pertama pertama kali ditemukan pada 2011, situs itu menjadi berita utama setelah penemuan 42 kerangka anak dan 76 ilamas selama penggalian.

(Merdeka.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 03 Mei 2026 16:50

    May Day, Megawati: Buruh Bukan Sekadar Faktor Produksi dalam Angka Ekonomi

    JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan, kaum buruh bukan sekadar faktor produksi dalam angka ekonomi. Baginya, kelas pekerja menjadi orientasi kemandirian ba

  • Minggu, 03 Mei 2026 16:39

    Ribuan Orang Dievakuasi Setelah Gunung Mayon di Filipina Erupsi

    )JAKARTA �" Ribuan orang telah dievakuasi dari berbagai kota di Provinsi Albay, Filipina, setelah Gunung Mayon meletus pada Sabtu (2/5/2026. Pihak berwenang menyatakan bahwa sedikitnya 52 desa

  • Minggu, 03 Mei 2026 16:16

    Empat Pelaku Perampokan Maut di Pekanbaru Diringkus di Aceh Tengah dan Binjai

    PEKANBARU  - Pelarian empat pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang menewaskan seorang lansia di Kecamatan Rumbai berakhir di tangan polisi. Tim gabungan Resimen Mobil Kejahatan dan Kekera

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:39

    7 Manfaat Rutin Minum Air Lemon Hangat, Bisa Turunkan Risiko Batu Ginjal!

    TUJUH manfaat bisa didapat dari rutin minum air lemon hangat. Bahkan, minum air lemon hangat bisa menurunkan risiko batu ginjal.Minum air lemon hangat sendiri sering jadi kebiasaan

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:37

    Susah Tidur meski Badan Lelah? Biji Pala Ternyata Bisa Bantu Atasi Insomnia Ringan

    TIDUR nyenyak setelah seharian beraktivitas menjadi satu hal yang diinginkan oleh semua orang. Namun terkadang, ada saja kondisi di mana badan sudah lelah namun kamu masih sulit untuk tidur.Konte

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.