Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Indeks Global Memburuk, Dunia Makin Jauh dari Perdamaian

Kamis, 07 Jun 2018 10:07
Berlin - Indeks Perdamaian Global (GPI) makin memburuk. Juga di Eropa situasinya tidak membaik, sekalipun anggaran militer di beberapa negara diturunkan.

Dunia tahun lalu adalah tempat yang makin jauh dari damai, demikian kesimpulan laporan Global Peace Index (GPI) yang dikeluarkan oleh Institute for Economics and Peace (IEP) hari Rabu (6/6) di London. Inilah edisi GPI ke-12. Menurut laporan terbaru, situasi di 92 negara memburuk, sementara kondisi di 71 negara membaik. Untuk empat tahun terakhir, Indeks Perdamaian Global terus turun.

Direktur dan pendiri IEP Steve Killelea mengatakan kepada DW, trend ini sudah berlangsung selama sepuluh tahun terakhir. Turunnya Indeks Perdamaian terutama dipengaruhi oleh situasi di Timur Tengah.

Secara keseluruhan, penelitian GPI menunjukkan bahwa kawasan yang paling tidak damai di dunia adalah Timur Tengah dan Afrika utara. Sedangkan dalam ranking berdasarkan negara, Suriah berada di peringkat terbawah dari seluruhnya 163 negara. Selain Suriah, peringkat terbawah diisi oleh Afghanistan, Sudan Selatan, Irak dan Somalia.

Kawasan terdamai menurut penelitian ini adalah Eropa. Lima negara yang berada di posisi teratas semuanya terletak di Eropa kecuali Selandia Baru: Estonia, Austria, Portugal dan Denmark. Sedangkan Jerman berada di posisi ke 17.

Tapi Steve Killelea menyatakan, situasi di Eropa secara keseluruhan tidak membaik. "Di 23 dari 36 negara Eropa situasinya memburuk". Negara-negara ini kebanyakan terletak di Eropa Barat, sedangkan kondisi di Eropa Timur malah menunjukkan perbaikan, tambahnya.

Anggaran militer makin turun

Pemerintah AS saat ini menekan mitra-mitranya di Eropa untuk meningkatkan anggaran militer. Namun trend global anggaran militer menunjukkan penurunan. Killelea menerangkan: "Dalam sepuluh tahun terakhir ada penurunan anggaran militer di 104 negara jika dibandingkan dengan Pendapatan Domestik Bruttonya. Sementara di 115 negara, jumlah personel militer juga direduksi."

Sekalipun begitu, jumlah korban tewas dalam konflik dan peperangan 10 tahun terakhir justru meningkat. Ini menunjukkan bahwa intensitas konflik makin tinggi dan senjata yang digunakan makin mematikan

"Jumlah yang tewas di medan perang naik 246 persen, sementara jumlah korban tewas dalam serangan terorisme naik 203 persen," kata Killelea. Perubahan paling positif terkait GPI terjadi di Afrika Sub-Sahara. Gambia misalnya posisinya meningkat 35 tempat dan menunjukkan kenaikan terbesar. Juga Liberia, Burundi dan Senegal menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Matthias von Hein/hp/rn (dw)


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:26

    Salurkan Beasiswa Nasional, Langkah BNI Dukung Pemerataan Pendidikan

    JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Har

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:24

    Harga BBM BP dan Vivo Naik Jadi Rp30.890 per Liter di Mei 2026, Pertamina Kapan?

    JAKARTA - Harga BBM di SPBU swasta seperti Vivo dan BP naik pada 1 Mei 2026. SPBU Vivo dan BP kompak menaikkan harga BBM menjadi Rp30.890 per liter.Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Pl

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:21

    Menko Yusril Tegaskan Fungsi Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah

    JAKARTA â€" Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa posisi Komnas HAM harus diperkuat. Ia menilai fungsi pengawasan dan penegak

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:05

    23 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ketahuan Pakai Visa Nonprosedural

    JAKARTA â€" Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunda keberangkatan calon jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa nonprosedural. Kali ini, sebanyak 23 orang dicegah berangkat saat hen

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:03

    May Day di Jakarta, Ratusan Aktivis hingga Pejabat Negara Serukan Kesejahteraan Buruh

    JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.Kegiatan te

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.