- Home
- Internasional
- Indonesia-Swedia Kerja Sama Kembangkan Energi Terbarukan
Ekonomi
Indonesia-Swedia Kerja Sama Kembangkan Energi Terbarukan
Rabu, 10 Apr 2019 16:21
JAKARTA - Indonesia dan Swedia melalui ISPC Apindo dan Swedish Energy Agency alias Badan Energi Swedia melakukan kerjasama untuk mengembangkan energi terbarukan. Seperti diketahui, pemerintah sendiri ingin agar energi terbarukan bisa lebih dikembangkan hingga 23% pada tahun 2025 mendatang.
Perwakilan dari Badan Energi Swedia Paul Westin mengatakan, kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara. Khususnya dalam meningkatkan bisnis, efesiensi dan konservasi energi serta penelitian dan pengembangan energi terbarukan.
"Poin utama dari perjanjian kerja sama antara negara-negara kita adalah untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan meningkatkan bisnis pada efisiensi dan konservasi energi, solusi smart grid, serta pengembangan kapasitas dan penelitian dan pengembangan mengenai energi terbarukan dan misalnya masalah pengelolaan limbah, " ujarnya di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu (10/4/2019).
Sebagai informasi, implementasi MoU Badan Energi Swedia (otoritas pemerintah) dan Bisnis Swedia (Dewan Perdagangan dan Investasi Swedia) bergabung bersama-sama untuk mengatur Business Accelerator Program Indonesia (BAPI). Program ini berfokus pada bisnis inovatif dalam energi terbarukan dan efisiensi energi, antara Indonesia dan Swedia.
BAPI telah berjalan sejak 2015, menyediakan kontak, berbagi pengetahuan, dan peluang bisnis antara perusahaan Swedia dan Indonesia yang bekerja dengan solusi energi berkelanjutan.
Sejak 2015, sekitar 15 perusahaan kecil dan menengah Swedia telah aktif dalam program menuju Indonesia. Mulai dari 2019, program BAPI ini menggunakan ISPC. Apindo menyambut baik inisiatif ini bahwa program BAPI melibatkan ISPC Apindo untuk membawa implementasi energi berkelanjutan ke meja, meningkatkan kolaborasi antara sektor swasta Indonesia dan Swedia, dan membuat masalah ini untuk dibahas lebih lanjut.
Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN, terhitung sekitar dua perlima dari konsumsi energi di kawasan ini. Permintaan energi di lebih dari 17.000 pulau di Indonesia dapat meningkat empat perlima dan permintaan listrik bisa tiga kali lipat antara 2015 dan 2030.
Sementara ketergantungan pada batu bara domestik dan produk minyak impor telah tumbuh, Indonesia telah mulai lebih fokus pada campuran energi berkelanjutan dan terbarukan.
Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan 23% dari total bauran
energi yang akan dibuat oleh sumber daya terbarukan, peningkatan yang
signifikan dari tingkat saat ini 6%. Negara ini juga berencana untuk
mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% dalam periode yang sama.
Sumber: okezone.com
AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas
JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga
Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T
Geger 3 Juta Data di Sistem eVisa Bocor, Imigrasi: Hoaks!
JAKARTA - Geger kabar kebocoran sistem e-Visa Indonesia yang menyebabkan bocornya 3 juta data imigrasi. Kabar itu langsung dibantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan dipastikan hoaks.Hal
Mensos Tegaskan Kabar Bansos Dikurangi Adalah Hoaks
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta masyarakat lebih waspada terhadap maraknya narasi hoaks dan informasi menyesatkan terkait bantuan sosial (bansos). Ia meneg
72 Kloter Diterbangkan ke Saudi, Kemenhaj: 17.747 Jamaah Haji Sudah Tiba di Madinah
JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan sebanyak 28.274 jamaah haji dari 72 kelompok terbang (kloter) telah diterbangkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.747