Minggu, 26 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Jet Siluman Jepang Jatuh, Insiden Kedua yang Dialami F-35 di Dunia

Internasional

Jet Siluman Jepang Jatuh, Insiden Kedua yang Dialami F-35 di Dunia

Rabu, 10 Apr 2019 10:53
Kapal patroli pantai Jepang dan pesawat militer AS dilibatkan dalam operasi pencarian jet tempur F-35 milik Jepang yang jatuh di Samudra Pasifik (Kyodo/via REUTERS)
TOKYO - Insiden jatuhnya jet tempur siluman F-35 milik Jepang ke Samudra Pasifik menjadi insiden kedua yang melibatkan jet tempur termahal dan salah satu yang tercanggih di dunia itu. Insiden pertama terjadi di South Carolina, Amerika Serikat (AS) pada September 2018 lalu.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Rabu (10/4/2019), jet tempur F-35 milik Jepang yang jatuh itu diketahui berusia kurang dari satu tahun. Jet tempur itu diantarkan kepada Angkatan Udara Jepang (ASDF) pada Mei 2018 oleh perusahaan dirgantara AS, Lockheed Martin.

Jet siluman itu dirakit oleh Mitsubishi Heavy Industries Ltd di sebuah pabrik di dekat Nagoya, Jepang bagian tengah. Perakitan setiap jet siluman F-35 diketahui memakan biaya hingga US$ 100 juta (Rp 1,3 triliun). Harga itu sedikit lebih mahal dibandingkan jika membeli langsung jet tempur yang telah dirakit secara penuh.

Jet siluman milik Jepang yang jatuh pada Selasa (8/4) malam waktu setempat diketahui merupakan model F-35A.

Diketahui bahwa F-35 memiliki tiga versi. Model F-35A dirancang bagi Angkatan Udara untuk penggunaan di landasan konvensional. Model F-35B dirancang untuk lepas landas di landasan pendek dan pendaratan vertikal. Model F-35C khusus dirancang untuk Angkatan Laut, dengan penggunaan di kapal induk.

Jatuhnya jet tempur siluman F-35A milik Jepang menjadi insiden kedua yang dialami oleh jet siluman jenis F-35 sejak mengudara nyaris selama 20 tahun terakhir. Namun insiden ini menjadi insiden pertama yang dialami model F-35A.

Insiden pertama F-35 terjadi pada September 2018, saat sebuah jet tempur siluman F-35B milik Korps Marinir AS jatuh di Beaufort, South Carolina. Saat itu, pilot jet tempur tersebut berhasil melontarkan diri dengan selamat tanpa mengalami cedera. Kesalahan pada tabung bahan bakar disebut sebagai penyebabnya. Usai kecelakaan itu, seluruh F-35 milik AS dan sekutu-sekutunya di-grounded untuk diperiksa lebih lanjut.

Penyebab jatuhnya F-35A milik Jepang di Samudra Pasifik saat misi latihan pada Selasa (8/4) malam belum diketahui pasti. Puing-puing pesawat yang diyakini berasal dari ekor jet tempur itu telah ditemukan. Namun pilot jet tempur dilaporkan masih hilang. Militer Jepang bersama militer AS terus melakukan pencarian.

Menyikapi kecelakaan kedua ini, pihak Lockheed Martin menyatakan akan mendukung ASDF jika diperlukan. Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menyatakan masih memantau situasi. Sementara Menteri Pertahanan Jepang, Takeshi Iwaya, menyatakan belasan jet tempur F-35 lainnya akan di-grounded hingga penyebab kecelakaan diketahui.

F-35 yang merupakan buatan Lockheed Martin disebut sebagai sistem persenjataan paling mahal dalam sejarah. Teknologi 'stealth' atau siluman menjadi faktor kunci bagi jet tempur ini. Bahan dan airframe-nya memungkinkan pilot untuk menembus berbagai wilayah tanpa terdeteksi oleh radar. Jika mengudara, jet tempur ini hanya memunculkan gambaran kecil dan samar di radar, sehingga bisa menembak pesawat musuh sebelum musuh melihatnya.



Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:19

    Geger 3 Juta Data di Sistem eVisa Bocor, Imigrasi: Hoaks!

    JAKARTA - Geger kabar kebocoran sistem e-Visa Indonesia yang menyebabkan bocornya 3 juta data imigrasi. Kabar itu langsung dibantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan dipastikan hoaks.Hal

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:17

    Mensos Tegaskan Kabar Bansos Dikurangi Adalah Hoaks

    JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta masyarakat lebih waspada terhadap maraknya narasi hoaks dan informasi menyesatkan terkait bantuan sosial (bansos). Ia meneg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.