Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Kerumunan Pro-Israel di Colorado Diserang Bom Molotov, 6 Orang Terbakar

Internasional,

Kerumunan Pro-Israel di Colorado Diserang Bom Molotov, 6 Orang Terbakar

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 02 Jun 2025 17:20
okezone.com

BOULDER â€" Seorang pria melemparkan alat pembakar, diduga bom molotov ke kerumunan demonstrasi pro-Israel di Boulder, Colorado, Amerika Serikat (AS). Serangan ini menyebabkan enam orang, berusia antara 67 dan 88 tahun mengalami luka-luka, dengan seorang di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut keterangan pihak berwenang, pelaku didentifikasi sebagai Mohamed Soliman, yang berusia 45 tahun. Pelaku yang saat ini drawat di rumah sakit setelah serangan tersebut, dilaporkan meneriakkan "Bebaskan Palestina" saat melakukan aksinya.  

Menurut keterangan saksi mata Brooke Coffman, dia melihat empat wanita tergeletak atau duduk di tanah dengan luka bakar di kaki mereka. Salah satu dari mereka tampaknya mengalami luka bakar parah di sebagian besar tubuhnya dan telah dibungkus dengan bendera. Mahasiswa berusia 19 tahun itu menggambarkan bahwa dia melihat seorang pria yang diduga sebagai pelaku berdiri di halaman tanpa baju, memegang botol kaca berisi cairan bening.

Agen khusus FBI yang bertanggung jawab atas Kantor Lapangan Denver, Mark Michalek mengatakan bahwa serangan ini diselidiki sebagai sebuah tindakan terorisme. Sementara Jaksa Agung Colorado Phil Weiser menyebutnya sebagai “kejahatan kebencian”.

"Berdasarkan fakta awal ini, jelas bahwa ini adalah tindakan kekerasan yang disengaja dan FBI sedang menyelidiki ini sebagai tindakan terorisme," kata Michalek, sebagaimana dilansir Reuters.


Serangan itu terjadi di Pearl Street Mall, distrik perbelanjaan pejalan kaki yang populer selama acara yang diselenggarakan oleh Run for Their Lives, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk menarik perhatian kepada para sandera Israel yang ditawan Hamas setelah serangan 7 Oktober 2023.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok itu mengatakan bahwa pawai telah diadakan setiap minggu sejak saat itu untuk para sandera, "tanpa ada insiden kekerasan hingga hari ini."

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Amerika Serikat atas perang Israel di Gaza, yang memicu serangan terhadap pendukung zionisme dan Yahudi konservatif. Pemerintahan Presiden Donald Trump juga mengambil tindakan keras dengan menahan para pengunjuk rasa perang tanpa dakwaan dan menghentikan pendanaan untuk universitas-universitas elit AS yang telah mengizinkan demonstrasi pro Palestina, yang semakin meningkatkan ketegangan.

Wakil Kepala Staf Trump, Stephen Miller mengatakan bahwa pelaku adalah seorang imigran yang telah melewati batas visanya.

Serangan itu menyusul penangkapan seorang pria kelahiran Chicago bulan lalu dalam penembakan fatal terhadap dua staf kedutaan Israel di Washington, D.C. Penembakan itu memicu polarisasi di Amerika Serikat atas perang di Gaza antara pendukung Israel dan demonstran pro-Palestina.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.