Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Kuwait Minta DK PBB Gelar Sidang Bahas Bentrokan Maut di Gaza

Selasa, 15 Mei 2018 10:53
Dok. REUTERS
Bentrokan maut demonstran Palestina dengan tentara Israel di perbatasan Gaza
Kuwait City - Otoritas Kuwait meminta digelarnya sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk membahas kekerasan mematikan Israel dalam unjuk rasa di perbatasan Gaza. Kuwait mengecam keras tewasnya 58 warga Palestina dalam bentrokan saat unjuk rasa itu.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, dan Arab News, Selasa (15/5/2018), Kuwait yang merupakan negara tidak tetap DK PBB mengecam keras kematian 58 warga Palestina dalam bentrokan dengan tentara Israel di sepanjang perbatasan Gaza, Senin (14/5) waktu setempat.

Bentrokan terjadi saat unjuk rasa untuk memprotes pembukaan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Yerusalem. Hari Senin (14/5) waktu setempat tercatat sebagai hari paling berdarah bagi warga Palestina. Selain 58 orang tewas, Kementerian Kesehatan Palestina juga menyebut sekitar 2.700 orang lainnya luka-luka, yang kebanyakan terkena peluru sungguhan maupun gas air mata yang ditembakkan tentara Israel.

"Kami mengecam apa yang telah terjadi," ucap Duta Besar Kuwait untuk PBB, Mansour Al-Otaibi, kepada wartawan.

"Kita akan melihat apa yang akan dilakukan Dewan (Keamanan PBB)," imbuhnya.

Ditambahkan Al-Otaibi bahwa dirinya sedang berkonsultasi dengan negara-negara Arab lainnya di PBB, juga dengan Duta Besar Palestina untuk PBB.

Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem bertepatan dengan 70 tahun berdirinya Israel pada 14 Mei. Sehari setelahnya, tanggal 15 Mei, diperingati sebagai 'Nakba' atau 'malapetaka' bagi warga Palestina, saat ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah-rumah mereka pada tahun 1948.

Ribuan warga Palestina berkumpul di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel sejak Senin (14/5) pagi waktu setempat. Mereka ikut serta dalam aksi memperingati Nakba juga memprotes pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemerintahan AS yang dipimpin Presiden Donald Trump memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, usai Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan Trump itu menuai kecaman global.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 03 Mei 2026 11:39

    7 Manfaat Rutin Minum Air Lemon Hangat, Bisa Turunkan Risiko Batu Ginjal!

    TUJUH manfaat bisa didapat dari rutin minum air lemon hangat. Bahkan, minum air lemon hangat bisa menurunkan risiko batu ginjal.Minum air lemon hangat sendiri sering jadi kebiasaan

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:37

    Susah Tidur meski Badan Lelah? Biji Pala Ternyata Bisa Bantu Atasi Insomnia Ringan

    TIDUR nyenyak setelah seharian beraktivitas menjadi satu hal yang diinginkan oleh semua orang. Namun terkadang, ada saja kondisi di mana badan sudah lelah namun kamu masih sulit untuk tidur.Konte

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:35

    7 Ide Sarapan Tinggi Protein Selain Telur, Cocok untuk Diet Sehat!

    TUJUH ide sarapan tinggi protein selain telur menarik diulas. Sebab, menu-menu ini cocok juga untuk diet sehat.Sarapan di pagi hari cenderung didominasi oleh protein agar tubu

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:22

    Mitos atau Fakta: Perempuan Lebih Rentan Alami Osteoporosis?

    JAKARTA - Seringkali beredar informasi soal perempuan yang lebih rentan osteoporosis dibandingkan laki-laki. Ternyata informasi itu bukan sekadar mitos, namun fakta yang erat hubunganny

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:14

    Dorong Budaya Hidup Sehat, Dirut BPJS Kesehatan Lari Bareng Komunitas di Balikpapan

    BALIKPAPAN - BPJS Kesehatan terus mendorong perubahan perilaku hidup sehat sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan pada kegiatan Balikp

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.