Kamis, 02 Jul 2026

Internasional

Kuwait Minta DK PBB Gelar Sidang Bahas Bentrokan Maut di Gaza

Selasa, 15 Mei 2018 10:53
Dok. REUTERS
Bentrokan maut demonstran Palestina dengan tentara Israel di perbatasan Gaza
Kuwait City - Otoritas Kuwait meminta digelarnya sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk membahas kekerasan mematikan Israel dalam unjuk rasa di perbatasan Gaza. Kuwait mengecam keras tewasnya 58 warga Palestina dalam bentrokan saat unjuk rasa itu.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, dan Arab News, Selasa (15/5/2018), Kuwait yang merupakan negara tidak tetap DK PBB mengecam keras kematian 58 warga Palestina dalam bentrokan dengan tentara Israel di sepanjang perbatasan Gaza, Senin (14/5) waktu setempat.

Bentrokan terjadi saat unjuk rasa untuk memprotes pembukaan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Yerusalem. Hari Senin (14/5) waktu setempat tercatat sebagai hari paling berdarah bagi warga Palestina. Selain 58 orang tewas, Kementerian Kesehatan Palestina juga menyebut sekitar 2.700 orang lainnya luka-luka, yang kebanyakan terkena peluru sungguhan maupun gas air mata yang ditembakkan tentara Israel.

"Kami mengecam apa yang telah terjadi," ucap Duta Besar Kuwait untuk PBB, Mansour Al-Otaibi, kepada wartawan.

"Kita akan melihat apa yang akan dilakukan Dewan (Keamanan PBB)," imbuhnya.

Ditambahkan Al-Otaibi bahwa dirinya sedang berkonsultasi dengan negara-negara Arab lainnya di PBB, juga dengan Duta Besar Palestina untuk PBB.

Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem bertepatan dengan 70 tahun berdirinya Israel pada 14 Mei. Sehari setelahnya, tanggal 15 Mei, diperingati sebagai 'Nakba' atau 'malapetaka' bagi warga Palestina, saat ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah-rumah mereka pada tahun 1948.

Ribuan warga Palestina berkumpul di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel sejak Senin (14/5) pagi waktu setempat. Mereka ikut serta dalam aksi memperingati Nakba juga memprotes pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemerintahan AS yang dipimpin Presiden Donald Trump memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, usai Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan Trump itu menuai kecaman global.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 16:51

    3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing

    Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:48

    Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026

    PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:43

    Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal

    BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:29

    Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu

    TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:26

    Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

    BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor