Kamis, 25 Jun 2026

Lima Tokoh Berpengaruh di Pakistan

Selasa, 16 Feb 2016 16:19
(Foto: Wikimedia)
Lima tokoh berpengaruh di Pakistan

Pakistan, sebuah negara yang mayoritasnya adalah pemeluk agama Islam, pada awalnya negara ini menjadi bagian dari India, namun karena perjuangan tanpa henti dari rakyatnya, maka Pakistan dapat mendeklarasikan kemerdekaan dan menjadi negara berdaulat.

Setiap negara pasti memiliki tokoh yang dianggap paling berpengaruh dan karena tema kali ini adalah Pakistan, maka Okezone akan merangkum lima tokoh berpengaruh di negara tersebut.

  • Muhammad Ali Jinnah

Muhammad Ali Jinnah lahir pada 25 Desember 1876 di Karachi, Pakistan dan ia adalah tokoh yang memimpin Pakistan keluar dari wilayah India sehingga menjadi sebuah negara berdaulat.

Awal mula karir politiknya, adalah ketika ia mulai menimba ilmu hukum di Inggris. Pada Juni 1893 ia bergabung dengan firma hukum Lincoln Inn, yang sering membantu para mahasiswa hukum untuk lebih dapat mendalami teori-teori hukum.

Setelah selama beberapa tahun ia mempelajari hukum di Inggris, Jinnah mendengar berita buruk yaitu istri dan ibunya meninggal dunia, namun dengan tekad yang kuat ia terus berusaha menyelesaikan pendidikan hukumnya. Usahanya tidak sia-sia karena pada Mei 1896 ia akhirnya lulus ujian dan menjadi sarjana hukum.

Ketika ia menerima gelar sarjananya ia kembali pindah ke India untuk menjadi seorang pengacara disana, dari sinilah ia mulai tertarik dengan politik yang dimana ia mengatakan bahwa ranah politik lebih menarik daripada hukum.

Jinnah sempat menjadi seorang anggota Konggres dan selama beberapa kali ia berpindah dari satu partai ke partai lain di India. Namun, momentum yang paling penting terjadi pada 1939 ketika Jinnah berpikir bahwa warga Muslim di India membutuhkan negaranya sendiri.

Ia percaya dengan adanya negara khusus Muslim maka ia dapat menjaga tradisi dan sistem politik dalam Islam, tanpa pengaruh dari mayoritas Hindu yang ada di negara India.

Pada 1940 di pertemuan Liga Muslim di Lahore, Jinnah mengusulkan pemisahan diri dari India dan menciptakan negara Pakistan yang konstitusi negaranya didominasi oleh para warga Muslim.

Dibutuhkan perjuangan selama beberapa tahun, hingga Inggris mengirimkan utusan ke India yang meminta negara tersebut dibagi menjadi tiga teritori. Teritori pertama didominasi dengan mayoritas pemeluk Hindu, yang kedua didominasi dengan Muslim dan yang ketiga adalah negara dengan mayoritas Muslim yang berbeda pahamnya dengan teritori kedua.

Pada 14 Agustus 1947, teritori kedua akhirnya sepenuhnya menjadi merdeka dan menjadi negara Pakistan, keesokan harinya Jinnah disumpah menjadi Jendral Gubernur Pakistan. Ia diangkat menjadi Presiden Pakistan tidak lama sebelum ia meninggal dunia.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.