- Home
- Internasional
- Masalah Rohingya Belum Selesai, Ribuan Orang Kachin Kabur di Myanmar
Internasional
Masalah Rohingya Belum Selesai, Ribuan Orang Kachin Kabur di Myanmar
Senin, 30 Apr 2018 11:18
Berdasarkan data PBB, sedikitnya 4.000 orang telah kabur dari rumah mereka.
Hal itu terjadi tatkala konflik antara Organisasi Kemerdekaan Kachin (KIO) dan pasukan pemerintah kian bereskalasi.
Militer Myanmar disebut telah menggempur lokasi kubu pemberontak dengan serangan udara dan artileri.
Selain ribuan orang mengungsi, konflik itu dikhawatirkan membuat sejumlah orang terperangkap di area rawan, dekat dengan perbatasan China. Berbagai organisasi kemanusiaan telah mendesak pemerintah untuk membuka akses bagi pasokan bantuan.
"Kerisauan terbesar kami adalah keselamatan para warga sipil, termasuk perempuan hamil, kaum jompo, anak-anak, dan para difabel," kata Mark Cutts, kepala kantor koordinasi urusan kemanusiaan PBB, kepada kantor berita AFP.
"Kami harus memastikan bahwa orang-orang ini dilindungi," tambahnya.
Siapakah pemberontak Kachin?
Di samping
menghadapi krisis Rohingya di bagian barat, pemerintah Myanmar juga
menghadapi pemberontakan etnis Kachin di bagian utara.
Etnis Kachin, yang sebagian besar beragama Kristen, telah memperjuangkan perluasan otonomi daerah di negara mayoritas berpenduduk Buddhis ini sejak 1961.
Di sepanjang negara bagian Kachin dan Shan, diperkirakan 120.000 orang tercerai berai akibat pertempuran.
Selama enam tahun terakhir, pemerintah Myanmar gencar berupaya menggelar kesepakatan damai dengan sejumlah kelompok etnik, menurut koresponden BBC di Asia Selatan, Jonathan Head.
Akan tetapi, upaya perdamaian dengan etnik Kachin sangat alot. Bahkan, pertempuran dengan KIO yang merupakan kelompok pemberontak paling tangguh di Myanmar terus berlangsung.
Mengapa aksi kekerasan meningkat?Berbagai kelompok pembela HAM mengklaim pemerintah Myanmar telah meningkatkan serangan ke arah kelompokKachin, justru ketika perhatian global memusat pada etnikRohingya. Apalagi ketika 700.000 orangRohingya kabur keBangladesh pada 2017 lalu.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan bulan lalu, tim pencari fakta PBB mencatat "lonjakan pelanggaran dan pelecehan terhadap HAM" termasuk pembunuhan tanpa proses hukum, penyiksaan, dan kekerasan seksual.
Bagaimana reaksi internasional?
Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, dihujani kritik karena dianggap gagal mengakhiri pelanggaran HAM serta pembatasan akses bantuan kemanusiaan ke Myanmar.
PBB telah menyeru kepada pemerintah Myanmar untuk tidak mengabaikan laporan dugaan pelanggaran HAM di Kachin.
Secara terpisah, Kedutaan Amerika Serikat di Yangon menyatakan "amat prihatin" dengan meningkatnya pertempuran di Myanmar.
"Kami
menyeru kepada pemerintah, termasuk militer, untuk melindungi penduduk
sipil dan membolehkan bantuan kemanusiaan diantarkan ke tempat yang
terpapar konflik," sebut pernyataan Kedubes AS.
(detik.com)
Internasional
3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing
Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP
Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026
PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l
Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal
BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D
Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk
Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta