Sabtu, 02 Mei 2026

Internasional

Menlu: Melindungi WNI di Luar Negeri Bukan Perkara Mudah

Sabtu, 08 Des 2018 09:48
okezone.com

JAKARTA - Persentase penyelesaian kasus WNI di luar negeri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi pada Malam Penganugerahan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2018 pada, Jumat, 7 Desember 2018.

Menlu mengatakan, selama empat tahun terakhir, banyak kejadian yang terjadi dalam hal perlindungan WNI di luar negeri, baik kasus yang sudah pernah dihadapi maupun yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Seberapa sulitnya kasus-kasus tersebut, haruslah tetap dihadapi dengan respons dan penyelesaian yang baik.

Retno menjabarkan kasus-kasus yang akhir-akhir ini dihadapi, di antaranya ialah masalah evakuasi Yaman, proses perdagangan manusia, kasus anak buah kapal Indonesia, maupun kasus-kasus dari dampak politik yang terjadi di negara lain.

Menurut data, terdapat 73.180 kasus dalam empat tahun terakhir. Keberhasilan atas penyelesaian kasus perlindungan WNI di luar negeri pun mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, presentase keberhasilan atas penanganan kasus perlindungan WNI di luar negeri mencapai 64 persen, sedangkan pada tahun 2018 sudah mencapai 82 persen.

"Untuk kasus yang belum selesai, memanglah kasus yang berat dan butuh waktu dalam hal penanganannya." ujar Menlu Retno.

Menurutnya, capaian atas keberhasilan ini merupakan kerja bersama sebagai warga negara Indonesia, karena itu ia sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, terutama kepada 19 penerima penghargaan Hassan Wirajuda 2018.

Ia juga tidak lupa mengatakan bahwa kasus-kasus yang menimpa WNI ini merupakan sebuah isu kemanusiaan, karena itu berbagai pihak yang turut campur tangan mencoba menanganinya dengan mengutamakan profesionalitas.

"Amanah kemanusiaan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia di luar negeri bukanlah perkara yang mudah, bagi Kemenlu sendiri menjalankan amanah sebesar itu mungkin tidak dapat dilakukan," ujarnya.

"Menyelesaikan masalah sendiri bukanlah suatu opsi, sebaliknya melibatkan semua pihak secara inklusif ialah sebuah keniscayaan," tambahnya.

Baru-baru ini Menlu RI melihat bahwa acara ini telah menjadi showcase indahnya keberagaman, sangat berbeda dengan penglihatannya pada 2015 yang hanya mengharapkan acara ini dapat membangun, memberikan pengakuan atas jasa para penerima penghargaan serta mengucapkan terimakasih atas peran besar mereka dalam hal melindung WNI di luar negeri.

Hal ini bisa dilihat dari keberagaman suku, agama, profesi, ras, bahkan kewarganegaraan yang ada pada para penerima penghargaan.

"Walaupun berbeda, mereka semua disatukan dalam satu dorongan yang sama yaitu dorongan kemanusiaan dan kecintaan kepada Indonesia. Hal itu membuktikan bahwa keberagaman merupakan sesuatu yang harus dirawat, aset yang harus dijaga, termasuk dalam hal perlindungan WNI di luar negeri. " tuturnya.


(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.