Minggu, 26 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Militer Sudan Tahan Presiden Omar al-Bashir Setelah Berkuasa 3 Dekade

Internasional

Militer Sudan Tahan Presiden Omar al-Bashir Setelah Berkuasa 3 Dekade

Jumat, 12 Apr 2019 10:07
AFP
Khartoum - Kementerian Pertahanan Sudan membenarkan bahwa pihak militer telah menahan Presiden Omar al-Bashir. Sebelumnya berbagai media lokal sudah memberitakan perebutan kekuasaan yang dilakukan militer Sudan terhadap pemerintahan Omar al-Bashir. Sumber-sumber dari kalangan pemerintahan mengatakan, sekarang militer sedang menyiapkan sebuah Dewan Transisi.

Menteri produksi dan sumber daya ekonomi di Darfur Utara, Adel Mahjoub Hussein, mengatakan kepada TV al-Hadath yang berbasis di Dubai, kepresidenan Bashir telah berakhir dan konsultasi pembentukan dewan militer yang berkuasa sedang berlangsung.

Kantor berita Reuters mengutip sumber-sumber yang tidak disebut namanya di Sudan dan memberitakan, Bashir yang kini berusia 75 tahun saat ini berada di rumah dinas kepresidenan di bawah "penjagaan ketat". Sumber lain mengatakan Bashir berada di bawah tahanan rumah bersama dengan "sejumlah pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin".

Aksi protes sebelumnya meluas

Sebelumnya aksi protes sudah meluas di Sudan menentang kekuasaan otoriter Presiden Omar al-Bashir, yang hingga kini merupakan buron Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag karena kejahatan dan genosida yang terjadi selama konflik di Darfur.

Awal minggu ini beberapa negara, antara lain Inggris, AS dan Norwegia, menyerukan kepada pemerintah Sudan agar mendengarkan tuntutan para demonstran.

Aksi protes sempat menjadi viral ketika seorang jurnalis dan aktivis muda perempuan naik ke sebuah mobil dan berpidato. Video dan foto-fotonya menyebar dengan cepat di media sosial dan dilihat jutaan orang. Alaa Salah, 22 tahun, mengatakan, dia ingin berbicara kepada muda untuk menentang rasisme dan tribalisme.

"Setiap kali massa menyambut dengan teriakan 'Thawra' ('revolusi'), saya jadi makin semangat," kata Alaa Salah kepada stasiun siaran CNN. "Kami perlu dukungan internasional, agar orang bisa tahu apa yang terjadi dan memahami tuntutan kami", tandasnya.

Ribuan orang selama beberapa hari terakhir berbondong-bondong menggelar aksi protes di pusat kota Khartoum dan meneriakkan slogan-slogan anti Bashir.

Nasib Omar al-Bashir belum jelas

Masih belum jelas bagaimana nasib Omar al-Bashir selanjutnya. Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag sejak dulu sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap al-Bashir atas tuduhan genosida di wilayah Darfur yang dimulai pada tahun 2003 dan menyebabkan kematian sekitar 300.000 orang.

Omar al-Bashir sendiri adalah anggota militer yang tahun 1989 melakukan kudeta tak berdarah dan naik ke puncak kekuasaan. Dia menjadi sosok kontroversial karena di satu pihak mampu mengamankan situasi yang kacau, namun di lain pihak memerintah dengan tangan besi. Amerika Serikat sejak 1993 memasukkan pemerintahan Bashir ke dalam daftar pendukung terorisme karena tuduhan menyembunyikan para militan Islam yang terlibat terorisme.

Aksi protes massal mulai meluas sejak bulan Desember lalu, dipicu oleh kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga roti. Bentrokan keras antara demonstran dan aparat keamanan yang ingin membubarkan mereka sempat terjadi hari Selasa (9/4). Setidaknya 11 orang tewas, termasuk enam anggota angkatan bersenjata, kata polisi.

hp/vlz (rtr, afp, ap)




Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:19

    Geger 3 Juta Data di Sistem eVisa Bocor, Imigrasi: Hoaks!

    JAKARTA - Geger kabar kebocoran sistem e-Visa Indonesia yang menyebabkan bocornya 3 juta data imigrasi. Kabar itu langsung dibantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan dipastikan hoaks.Hal

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:17

    Mensos Tegaskan Kabar Bansos Dikurangi Adalah Hoaks

    JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta masyarakat lebih waspada terhadap maraknya narasi hoaks dan informasi menyesatkan terkait bantuan sosial (bansos). Ia meneg

  • Minggu, 26 Apr 2026 20:59

    72 Kloter Diterbangkan ke Saudi, Kemenhaj: 17.747 Jamaah Haji Sudah Tiba di Madinah

    JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan sebanyak 28.274 jamaah haji dari 72 kelompok terbang (kloter) telah diterbangkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.747

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.