- Home
- Internasional
- PM Inggris Kumpulkan Menteri Kabinet Bahas Rencana Serangan ke Suriah
Internasional
PM Inggris Kumpulkan Menteri Kabinet Bahas Rencana Serangan ke Suriah
Kamis, 12 Apr 2018 16:22
LONDON – Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, memanggil menteri-menterinya untuk melakukan rapat kabinet guna membahas situasi terkini di Suriah. Media-media Inggris meyakini rapat tersebut akan menghasilkan inisiatif London untuk bergabung dalam respons militer terhadap dugaan serangan senjata kimia oleh pasukan Suriah.
Melansir dari Reuters, Kamis (12/4/2018), May dikabarkan siap untuk memberi lampu hijau agar militer Inggris ikut dalam operasi serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat (AS) tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dari parlemen.
Ketua Partai Konservatif itu juga telah meminta kapal-kapal selam Inggris untuk bergerak hingga mencapai jarak tembak yang memadai ke Suriah. Hal itu sudah menandakan bahwa Inggris siap menyerang militer Suriah yang diperkirakan terjadi pada Kamis malam waktu setempat.
Sky News melaporkan, Theresa May diperkirakan ingin mencari persetujuan dari para menterinya untuk keterlibatan Inggris dalam aksi militer terhadap infrastruktur senjata kimia Suriah. Menurut undang-undang, PM Inggris tidak membutuhkan persetujuan parlemen untuk serangan militer.
Pendahulu Theresa May, David Cameron, pernah mencoba mencari persetujuan dan dukungan dari parlemen agar Inggris bergabung dalam serangan militer ke Suriah pada 2013. Namun, upaya membujuk parlemen itu gagal.
Jeremy Corbyn, Ketua Partai Buruh yang merupakan oposisi pemerintah, menganjurkan agar parlemen setidaknya diberikan hak untuk berbicara seandainya May memang ingin melakukan aksi militer.
Sebelumnya, pada Rabu 11 April, Theresa May mengatakan bahwa semua indikasi mengarah pada kepastian bahwa otoritas Suriah bertanggung jawab atas serangan kimia di Douma. Perempuan berusia 61 tahun itu yakin serangan semacam itu tidak boleh dibiarkan.
"Penggunaan senjata kimia dalam serangan yang berlangsung di Douma adalah tindakan barbar yang mengejutkan. Penggunaan senjata kimia tidak bisa dibiarkan," ujar Theresa May.
Sebagaimana diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji Suriah dan Presiden Bashar al Assad akan membayar harga mahal atas serangan kimia tersebut. Pernyataan Trump ditafsirkan sebagai rencana serangan militer terhadap Suriah oleh AS dan sekutu-sekutunya yang diprediksi akan dilakukan dalam 72 jam terhitung sejak Selasa 10 April.
(okezone.com)
Internasional
May Day, Megawati: Buruh Bukan Sekadar Faktor Produksi dalam Angka Ekonomi
JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan, kaum buruh bukan sekadar faktor produksi dalam angka ekonomi. Baginya, kelas pekerja menjadi orientasi kemandirian ba
Ribuan Orang Dievakuasi Setelah Gunung Mayon di Filipina Erupsi
)JAKARTA �" Ribuan orang telah dievakuasi dari berbagai kota di Provinsi Albay, Filipina, setelah Gunung Mayon meletus pada Sabtu (2/5/2026. Pihak berwenang menyatakan bahwa sedikitnya 52 desa
Empat Pelaku Perampokan Maut di Pekanbaru Diringkus di Aceh Tengah dan Binjai
PEKANBARU - Pelarian empat pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang menewaskan seorang lansia di Kecamatan Rumbai berakhir di tangan polisi. Tim gabungan Resimen Mobil Kejahatan dan Kekera
7 Manfaat Rutin Minum Air Lemon Hangat, Bisa Turunkan Risiko Batu Ginjal!
TUJUH manfaat bisa didapat dari rutin minum air lemon hangat. Bahkan, minum air lemon hangat bisa menurunkan risiko batu ginjal.Minum air lemon hangat sendiri sering jadi kebiasaan
Susah Tidur meski Badan Lelah? Biji Pala Ternyata Bisa Bantu Atasi Insomnia Ringan
TIDUR nyenyak setelah seharian beraktivitas menjadi satu hal yang diinginkan oleh semua orang. Namun terkadang, ada saja kondisi di mana badan sudah lelah namun kamu masih sulit untuk tidur.Konte