Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Palestina kutuk & sesalkan kunjungan Wantimpres RI Yahya Cholil Staquf ke Israel

Internasional

Palestina kutuk & sesalkan kunjungan Wantimpres RI Yahya Cholil Staquf ke Israel

Rabu, 13 Jun 2018 13:58
Perayaan hari raya Yahudi Lag BaOmer

Palestina memberi tanggapan sehubungan dengan kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel beberapa hari lalu atas undangan Dewan Israel untuk Hubungan Luar Negeri (ICFR).

Palestina menyampaikan sikap untuk mengutuk dan menyesalkannya. Kunjungan ini dinilai memberi kekecewaan besar bagi rakyat Palestina, terlebih Staquf merupakan sosok pemuka agama dan pejabat Indonesia.

"Komunitas Palestina di Indonesia mengutuk dan menyesalkan kunjungan ini dan melihatnya sebagai kekecewaan besar bagi rakyat Palestina, terutama dimana Bapak Staquf merupakan sosok agama dan pejabat Indonesia walaupun beliau menyatakan kepergiannya secara pribadi dalam pidatonya di depan American Jewish Committee (AJC) di Yerusalem. Langkah ini diambil pada waktu yang tidak sesuai dimana Israel melanjutkan kebijakannya yang rasis dan agresif terhadap rakyat Palestina, di mana ratusan pengunjuk rasa damai dibunuh dan ribuan terluka oleh tentera Israel sejak Maret yang lalu dalam rangka partisipasi di "Great March of Return" di Gaza," demikian pernyataan Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia diterima merdeka.com, Rabu (13/6).

Walaupun Staquf mengaku kunjungan ini secara pribadi, namun menurut Palestina langkah ini diambil pada waktu yang tidak sesuai di mana Israel terus melanjutkan kebijakan rasis dan agresifnya terhadap rakyat Palestina. Ratusan pengunjuk rasa damai dibunuh sementara ribuan lain terluka di tangan tentara Israel.

"Kami anggap pernyataan yang diajukan Staquf bahwa kunjungannya untuk mendukung rakyat Palestina adalah penyesatan dan pemanipulasian kata-kata. Sebab, dukungan untuk rakyat Palestina melalui pintu gerbang kepemimpinan Palestina di Ramalah bukan melalui Israel," demikian isi pernyataan.

Israel selama ini telah menyiksa dan berlaku kejam kepada rakyat Palestina serta menduduki tanah mereka. Ditambah, pertemuan ini pun dilakukan di Yerusalem, yang diakui oleh Israel sebagai ibu kotanya. Palestina menganggap Staquf telah mengesampingkan fakta tersebut.

"Kami melihat waktu kunjungan ini dan tempatnya seolah menunjukkan dukungan bagi Israel untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara tersebut. Ini merupakan kelalaian terhadap hak rakyat Palestina dan mendukung kebijakan para penjajah," jelas pernyataan tersebut.

Terakhir, Palestina pun menyatakan bahwa langkah ini bertentangan dengan resolusi Majelis Umum PBB pada 21 Desember 2017, yang menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel dengan mayoritas 128 negara termasuk Indonesia.

(Merdeka.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:26

    Salurkan Beasiswa Nasional, Langkah BNI Dukung Pemerataan Pendidikan

    JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Har

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:24

    Harga BBM BP dan Vivo Naik Jadi Rp30.890 per Liter di Mei 2026, Pertamina Kapan?

    JAKARTA - Harga BBM di SPBU swasta seperti Vivo dan BP naik pada 1 Mei 2026. SPBU Vivo dan BP kompak menaikkan harga BBM menjadi Rp30.890 per liter.Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Pl

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:21

    Menko Yusril Tegaskan Fungsi Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah

    JAKARTA â€" Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa posisi Komnas HAM harus diperkuat. Ia menilai fungsi pengawasan dan penegak

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:05

    23 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ketahuan Pakai Visa Nonprosedural

    JAKARTA â€" Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunda keberangkatan calon jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa nonprosedural. Kali ini, sebanyak 23 orang dicegah berangkat saat hen

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:03

    May Day di Jakarta, Ratusan Aktivis hingga Pejabat Negara Serukan Kesejahteraan Buruh

    JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.Kegiatan te

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.