- Home
- Internasional
- Pemimpin Taliban di Afghanistan Tewas dalam Serangan Udara AS
Internasional
Pemimpin Taliban di Afghanistan Tewas dalam Serangan Udara AS
Senin, 03 Des 2018 10:43
Mullah Abdul Manan menjadi komandan militer Taliban di Afghanistan selatan dan memimpin pemerintah bayangan di Provinsi Helmand.
Dia tewas di distrik Nawzad di Helmand pada Sabtu malam, kata seorang pejabat provinsi.
Taliban mengatakan kematian Mullah Manan merupakan "kerugian besar", tetapi itu tidak akan menghalangi upaya mereka kembali berkuasa di Afghanistan.
Kelompok Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996 hingga 2001 sebelum ditumbangkan oleh koalisi internasional pimpinan AS. (Getty Images)Tetapi juru bicara Kementerian dalam negeri Afghanistan, Najib Danish mengatakan kepada Kantor berita AFP bahwa kematiannya merupakan pukulan besar bagi Taliban dan akan "menurunkan moral" para pejuangnya di Afghanistan selatan.
Provinsi Helmand merupakan lokasi penempatan pasukan Inggris selama delapan tahun sebelum pasukannya ditarik pada 2014.
Sebagian besar wilayah provinsi itu saat ini kembali di bawah kendali Taliban.
Penelitian BBC awal tahun ini mengungkapkan gerilyawan Taliban menguasai lebih banyak kawasan di negara itu semenjak 2014.
Diperkirakan ada sekitar 15 juta orang - separuh penduduk Afghanistan - yang hidup di wilayah yang dikuasai Taliban atau di mana para pejuangnya memperlihatkan diri secara terbuka dan secara teratur melakukan serangan.
Namun demikian, ada upaya intensif membujuk Taliban agar bersedia memulai pembicaraan damai untuk mengakhiri pertempuran.
Upaya
ini sudah dimulai dengan pengiriman delegasi Taliban ke pertemuan di
Rusia bulan lalu untuk membahas masalah ini, tetapi menolak untuk
mengadakan pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan.
Siapakah Taliban?
- Gerakan Islam garis keras yang menguasai Afghanistan pada 1996 setelah perang saudara di wilayah itu menyusul perang antara Uni Soviet-Afghanistan
- Mereka menguasai Afghanistan sampai mereka digulingkan oleh invasi militer pimpinan AS lima tahun kemudian
- Selama berkuasa, mereka menerapkan hukum Syariah secara brutal, seperti hukuman mati atau hukuman potong tangah secara terbuka di hadapan publik, serta melarang perempuan beraktivitas pada kehidupan publik.
- Para prianya harus menumbuhkan janggut dan kaum perempuannya diwajibkan mengenakan burka yang menutupi seluruh tubuhnya. Acara televisi, musik dan film dilarang.
- Mereka melindungi para pemimpin al-Qaeda, termasuk tokoh utama serangan 9/11 di New York, Osama Bin Laden.
(detik.com) Internasional
Pendapatan Negara di Riau Tumbuh 12,69 Persen, APBN Masih Surplus Rp 463 Miliar
PEKANBARU - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Riau hingga akhir Mei 2026 menunjukkan hasil yang positif. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harg
Beredar Info Tim KPK Geledah Rumah dan Periksa Sekda Kuansing
Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tengah sedang melakukam pemeriksaan sekaligus penggeledahan di rumah dinas Sekda Kuansing, Zulkarnain, Senin (29/2026. Informasi lain menyebutkan Bupa
Bahlil: RI Butuh 4 Juta KL Etanol Buat Program E20
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan soal kebutuhan etanol untuk menghadirkan BBM E20 tembus 4 juta kilo liter per tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (
Seskab Teddy Sebut 30 Persen Peserta Magang Nasional 2025 Langsung Diterima Kerja
JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sebanyak 30 persen peserta Program Magang Nasional 2025 langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang selama enam
Prabowo Beberkan Kunci Negara Maju: Berani Akui Kekurangan dan Fokus Cari Solusi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan sebuah negara bukan ditentukan oleh kemampuannya menghindari persoalan, melainkan oleh keberaniannya menghadapi dan menyelesa