Jumat, 26 Jun 2026

Internasional

Penarikan Pasukan AS dari Suriah Berpotensi Meningkatkan Konflik

Sabtu, 22 Des 2018 11:05
(Dok: Reuters)
Militer Amerika Serikat di Suriah.

Para analis mengatakan, penarikan mundur pasukan AS akan menimbulkan perubahan dalam perimbangan kekuatan di Suriah Timur Laut. Presiden AS Donald Trump, Rabu (20/12), mengatakan AS telah mencapai tujuannya mengalahkan ISIS di Suriah sehingga pasukan AS ditarik pulang dari sana. Namun sejumlah analis mengatakan, teroris belum sepenuhnya diberantas di negara yang dikoyak perang itu dan bahwa penarikan mundur itu kemungkinan mengundang mereka untuk kembali bangkit.

Pemerintahan Trump telah mendukung kepemimpinan Kurdi dalam pertempuran darat melawan ISIS, meski ada keberatan dari Turki. Aliansi pimpinan Kurdi yang didukung AS telah berhasil mengusir ke luar para militan dari kubu-kubu pertahanan mereka di Suriah Timur Laut dan menciptakan wilayah otonomi de facto bagi mereka sendiri.

Para pemimpin Kurdi mengatakan, mereka telah kehilangan ribuan nyawa untuk memperjuangkan tujuan Amerika dan kini mereka merasa dikhianati.

Mizgin Gemo, seorang pembuat film keturunan Kurdi, mengatakan, "Ini seperti tikaman dari belakang bagi Kurdi. Saya harap rakyat Amerika mempertimbangkan kembali langkah ini dan memahami bahwa apa yang dikorbankan rakyat Kurdi itu tidak kecil."

Para tokoh Partai Demokrat di Kongres, termasuk pemimpin minoritas partai itu di DPR Nancy Pelosi, mengecam keputusan tidak terduga ini. "Keputusan itu dibuat tanpa mempedulikan keprihatinan sekutu-sekutu kita dalam perang melawan terorisme. Keputusan yang berbahaya, dan keputusan ini merupakan hadiah Natal bagi Presiden Rusia Vladimir Putin karena seperti memberinya izin di Suriah," kata Pelosi.

Senator Lindsey Graham dari Partai Republik mengatakan, keputusan itu merupakan preseden buruk. "Saya tidak tahu bagaimana keputusan ini dibuat. Ini benar-benar tak diduga. Ini mengejutkan dunia. Saya bisa katakan apa yang terjadi di Irak akan terjadi di Suriah jika kita tidak membatalkan keputusan ini," komentarnya.

Sekitar 2.000 tentara AS ditempatkan di Suriah Utara yang berfungsi sebagai zona penyangga antara kawasan-kawasan pemerintah yang didukung Iran dan Rusia, dan kawasan-kawasan yang dikontrol oposisi. Turki tampaknya siap melancarkan ofensif terhadap Kurdi di Suriah Utara untuk mencegah terbentuknya wilayah Kurdi yang independen.

Analis politik David Adesnik dari Foundation for Defense of Democracies mengatakan, Iran akan berusaha menciptakan koridor darat bagi pengiriman senjata ke kelompok teroris Hezbollah. "Ketimbang mengandalkan pesawat-pesawat kargo untuk membawa senjata dan para pejuang mereka ke Damaskus, dan mengirim senjata-senjata canggih ke Hezbollah, kalau mereka bisa menguasai Suriah Timur, di mana AS kini berada, mereka akan memilih jalur darat karena lebih efisien," kata David.

Selain itu, kata Adesnik, Israel kemungkinan akan terlibat di Suriah untuk menangkal Iran dan Hezbollah, sementara Rusia akan berusaha memasuki wilayah-wilayah yang kaya minyak yang ditinggalkan pasukan AS.


(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.