- Home
- Internasional
- Perangi Virus Zika, WHO Butuh Dana hingga Rp755,6 Miliar
Perangi Virus Zika, WHO Butuh Dana hingga Rp755,6 Miliar
Rabu, 17 Feb 2016 10:18
NEW YORK – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dinaungi PBB menyatakan membutuhkan dana sebesar USD56 juta (setara Rp775,6 miliar) untuk memerangi virus zika. Anggaran ini akan mereka gunakan untuk memerangi penyebaran virus tersebut hingga akhir Juni 2016.
Berdasarkan rilis WHO pada Selasa 16 Februari, sebagaimana dilansir USA Today, Rabu (17/2/2016), WHO menyatakan virus zika yang berasal dari nyamuk aedes aegypti ini merupakan epidemi. Ini merupakan keadaan darurat bagi kesehatan masyarakat yang menjadi concern dunia internasional selain peningkatan cacat lahir di Brasil akibat virus zika ini.
Untuk respons awal, WHO memanfaatkan dana darurat untuk pembiayaan penanganan virus ini. Lalu, ada tiga bagian utama yang menjadi perhatian WHO.
Pertama, pengawasan yang meliputi pelacakan kasus penyakit yang disebabkan virus zika dan komplikasi. Kedua, respons yang mencangkup pengendalian penyebaran nyamuk di masyarakat. Ketiga, kebutuhan wanita hamil dan penelitian yang meliputi studi tentang cacat lahir serta pengembangan vaksin, perawatan, dan tes untuk mendiagnosis infeksi virus zika.
Bahkan pada awal Februari, Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta kongres menyiapkan dana sebesar USD1,8 miliar untuk melawan penyebaran virus zika yang semakin merajalela.
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke