- Home
- Internasional
- Pertama Kali, AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih THAAD ke Israel
Internasional
Pertama Kali, AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih THAAD ke Israel
Selasa, 05 Mar 2019 14:05
Seperti dilansir AFP, Selasa (5/3/2019), pengerahan ini disebutkan hanya bersifat sementara dalam rangka latihan militer gabungan antara AS dan Israel. Kedua negara telah mengonfirmasi pengerahan THAAD itu, dengan militer Israel menekankan bahwa pengerahan itu 'tidak berkaitan dengan peristiwa spesifik saat ini'.
Disebutkan juga bahwa latihan gabungan dengan melibatkan THAAD menjadi yang pertama kali dilakukan di Israel. Meskipun diketahui bahwa kedua negara yang bersekutu ini kerap menggelar latihan perang gabungan secara rutin. Belum diumumkan lebih lanjut waktu pelaksanaan latihan gabungan ini.
Latihan ini, sebut Conricus, juga akan memampukan militer AS untuk melakukan pengerahan THAAD secara pesat ke berbagai belahan Bumi.
"Kami melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk mempraktikkan integrasi sistem pertahanan udara Amerika yang canggih ke dalam jajaran pertahanan udara Angkatan Udara Israel," ucap Conricus kepada wartawan setempat. "Sistem THAAD dianggap sebagai salah satu yang paling canggih di dunia," imbuhnya.
Lebih lanjut, Conricus menjelaskan bahwa latihan gabungan dengan melibatkan THAAD akan melibatkan lebih dari 200 personel militer AS dan komponen-komponennya termasuk radar dan sistem peluncuran. Conricus menyatakan bahwa komponen dan personel militer itu telah datang dari AS dan Italia.
Diketahui bahwa Israel memiliki banyak musuh termasuk Iran dan kelompok gerilyawan Hizbullah asal Lebanon yang didukung Iran. Kedua pihak itu mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah.
Sebelumnya pada tahun 2017, pemerintah AS menyetujui penjualan THAAD ke Arab Saudi. Ini berarti Saudi memiliki kemampuan untuk menangkal serangan roket Iran. Selain Saudi, sistem THAAD juga disuplai ke Qatar dan Uni Emirat Arab.
Pengerahan THAAD ke Korea Selatan (Korsel) sebagai pertahanan melawan Korea Utara (Korut) beberapa waktu lalu menuai protes dari China. Pemerintah China mengkhawatirkan sensor-sensor THAAD akan mampu menembus wilayah udara China dan mengganggu keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik latihan gabungan ini. Netanyahu menyebutnya sebagai 'testimoni tambahan untuk komitmen AS bagi keamanan Israel'.
Sumber: detik.com
Internasional
7 Fakta BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank In
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit, Pasokan Batu Bara Diperkuat
JAKARTA â€" PT PLN (Persero) terus mempercepat langkah-langkah pengamanan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa, melalui percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan op
Ngeri! Wanita 52 Tahun Kena Kanker Kulit Karena Sering Menicure
JAKARTA - Perawatan kuku dengan cat gel dan lampu UV memang menjadi tren kecantikan yang digemari banyak wanita. Namun, sebuah laporan medis mengungkap kasus mengejutkan seorang wanita berusia 52
Tiba-Tiba Panik Lupa Matiin Kompor hingga Kunci Pintu saat Pergi? Ini Penjelasan Medisnya dari Dokter
JAKARTA â€" Pernah merasa panik di tengah perjalanan karena tiba-tiba ragu apakah kompor sudah dimatikan atau pintu rumah sudah dikunci? Meski sering dikaitkan dengan gejala pikun, kond
Tips Pakai Rosemary Oil untuk Perawatan Rambut, Biar Optimal
JAKARTA â€" Rosemary oil semakin populer sebagai salah satu bahan alami untuk membantu menjaga kesehatan rambut dan mengurangi kerontokan. Namun, tidak sedikit orang yang merasa hasil p