Senin, 27 Apr 2026

Internasional

Pertama Kali, AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih THAAD ke Israel

Selasa, 05 Mar 2019 14:05
THAAD dikerahkan ke Israel (US Army Europe via The Times of Israel)
TEL AVIV - Amerika Serikat (AS) mengerahkan sistem pertahanan rudal canggih THAAD miliknya ke wilayah Israel. Pengerahan semacam ini merupakan yang pertama kali dilakukan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/3/2019), pengerahan ini disebutkan hanya bersifat sementara dalam rangka latihan militer gabungan antara AS dan Israel. Kedua negara telah mengonfirmasi pengerahan THAAD itu, dengan militer Israel menekankan bahwa pengerahan itu 'tidak berkaitan dengan peristiwa spesifik saat ini'.

Disebutkan juga bahwa latihan gabungan dengan melibatkan THAAD menjadi yang pertama kali dilakukan di Israel. Meskipun diketahui bahwa kedua negara yang bersekutu ini kerap menggelar latihan perang gabungan secara rutin. Belum diumumkan lebih lanjut waktu pelaksanaan latihan gabungan ini.

Israel diketahui memiliki sistem pertahanan rudal sendiri yang bernama Iron Dome. THAAD yang merupakan kependekan dari Terminal High Altitude Area Defence merupakan sistem pertahanan canggih milik AS yang mampu menembak jatuh dan menghancurkan rudal jarak pendek, medium dan menengah.

Disebutkan juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus, bahwa latihan gabungan dengan AS yang melibatkan THAAD ini sebagian bertujuan untuk memeriksa bagaimana cara kerja THAAD agar 'kami siap menghadapi tantangan apapun di masa depan'.

Latihan ini, sebut Conricus, juga akan memampukan militer AS untuk melakukan pengerahan THAAD secara pesat ke berbagai belahan Bumi.

"Kami melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk mempraktikkan integrasi sistem pertahanan udara Amerika yang canggih ke dalam jajaran pertahanan udara Angkatan Udara Israel," ucap Conricus kepada wartawan setempat. "Sistem THAAD dianggap sebagai salah satu yang paling canggih di dunia," imbuhnya.

Lebih lanjut, Conricus menjelaskan bahwa latihan gabungan dengan melibatkan THAAD akan melibatkan lebih dari 200 personel militer AS dan komponen-komponennya termasuk radar dan sistem peluncuran. Conricus menyatakan bahwa komponen dan personel militer itu telah datang dari AS dan Italia.

THAAD akan dikerahkan di wilayah Israel bagian selatan, namun para pejabat setempat enggan menyebut secara spesifik soal lokasi dan durasinya.

Diketahui bahwa Israel memiliki banyak musuh termasuk Iran dan kelompok gerilyawan Hizbullah asal Lebanon yang didukung Iran. Kedua pihak itu mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah.

Sebelumnya pada tahun 2017, pemerintah AS menyetujui penjualan THAAD ke Arab Saudi. Ini berarti Saudi memiliki kemampuan untuk menangkal serangan roket Iran. Selain Saudi, sistem THAAD juga disuplai ke Qatar dan Uni Emirat Arab.

Pengerahan THAAD ke Korea Selatan (Korsel) sebagai pertahanan melawan Korea Utara (Korut) beberapa waktu lalu menuai protes dari China. Pemerintah China mengkhawatirkan sensor-sensor THAAD akan mampu menembus wilayah udara China dan mengganggu keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik latihan gabungan ini. Netanyahu menyebutnya sebagai 'testimoni tambahan untuk komitmen AS bagi keamanan Israel'.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.