- Home
- Internasional
- Prancis Akan Jatuhkan Sanksi untuk Pelaku Pembunuhan Khashoggi
Internasional
Prancis Akan Jatuhkan Sanksi untuk Pelaku Pembunuhan Khashoggi
Selasa, 20 Nov 2018 16:30
"Kami tengah mengupayakan secara saksama dengan Jerman pada saat ini ... dan kami akan memutuskan sendiri jumlah sanksi tertentu dengan sangat cepat atas apa yang kami ketahui (soal pembunuhan Khashoggi)," sebut Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian seperti dilansir Reuters, Selasa (20/11/2018).
Hal itu disampaikan Le Drian kepada radio Europe 1 saat ditanya apakah Prancis akan mengikuti langkah Jerman yang baru saja memberlakukan larangan masuk untuk 18 warga Saudi yang diduga terlibat kasus pembunuhan Khashoggi.
"Tapi kami yakin bahwa kami perlu melakukan di luar itu, karena kebenaran seluruhnya perlu diungkap," imbuh Le Drian.
Le Drian tidak menyebut lebih lanjut soal kapan, siapa atau bagaimana individu-individu itu akan dijatuhi sanksi. Namun dia menegaskan bahwa Prancis ingin agar semua fakta terkait kasus Khashoggi terungkap sebelum mengambil keputusan.
"Kami ingin semua kebenaran muncul dan hari ini hal itu belum terjadi. Ketika saya menyebut semua kebenaran, maksud saya situasinya, pihak-pihak yang bertanggung jawab perlu diberi hukuman dan begitu kami memutuskan sendiri soal isu itu maka kami akan menjatuhkan sanksi-sanksi yang dibutuhkan," ujar Le Drian.
Reaksi yang disampaikan Prancis terkait kasus Khashoggi tergolong berhati-hati. Prancis terlihat berupaya menjaga hubungannya dengan Saudi dan melindungi hubungan komersial di sektor energi, keuangan dan penjualan senjata.
Saat ditanya soal kesimpulan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang menyebut Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) sebagai pemberi perintah pembunuhan Khashoggi, Le Drian menyatakan Prancis tidak berniat mencampuri urusan Saudi.
"Dia (MBS-red) mengambil inisiatif-inisiatif sangat kuat yang tidak diduga siapapun ... inisiatif sangat signifikan dan proyek modernisasi yang diapresiasi semua orang," ucap Le Drian soal sosok MBS.
"Apa yang kita lihat sekarang ini jauh lebih rumit dari itu, tapi kami tidak berniat campur tangan terhadap bagaimana cara otoritas Saudi menyelesaikan hal ini," tandasnya.
(detik.com) Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie