Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Ratusan Pemberontak Suriah Angkat Kaki dari Wilayah Pertahanan Terakhir

Internasional

Ratusan Pemberontak Suriah Angkat Kaki dari Wilayah Pertahanan Terakhir

Selasa, 08 Mei 2018 10:38
Liputan6.com
Seorang lelaki memeluk bocah saat berada di sebuah tempat penampungan sementara di Jibrin di pinggiran timur Aleppo, Jumat (21/4). Pengungsi adalah warga dari kota Fuaa dan Kafraya. (AFP PHOTO / George OURFALIAN)

Damaskus - Sekumpulan besar pemberontah Suriah dilaporkan menarik diri dari kantong pertahanan terakhir mereka. Ratusan orang militan telah naik bus bersama dengan keluarga mereka, meninggalkan basis perjuangan di bagian tengah Suriah, antara distrik Homs dan Hama.

Melalui kesepakatan dengan pemerintah yang didukung oleh Rusia, para militan telah diberi akses yang aman ke wilayah yang dikuasai oposisi di Suriah utara.

Dikutip dari BBC pada Selasa (8/5/2018), para militan sepakat untuk berkompromi dengan pemerintah, setelah pengepungan panjang salama berbulan-bulan.

Satu-satunya wilayah Suriah yang masih berada di tangan pemberontak terletak di sepanjang area pebatasan di ujung utara dan selatan negara itu.

Ketentuan itu disepakati setelah pembicaraan maraton antara faksi-faksi Tentara Pembebasan Suriah dan para jenderal Rusia di distrik Homs pada Rabu, 2 Mei 2018.

Senjata berat milik pemberontak telah diserahkan ke pemerintah, dan mereka dibiarkan pergi dengan bus menuju provinsi Idlib yang dikuasai pihak oposisi di wilayah timur laut.

Adapun pengawalan polisi militer Rusia dimaksudkan untuk menjaga bus, dan melindungi warga sipil Muslim Sunni yang tinggal di bekas daerah kantong pemberontak, dari serangan balas dendam sektarian oleh Alawit yang tinggal di dekatnya.

Menurut kesaksian masyarakat setempat, wilayah kantong pemberontak itu, yang mencakup kota Rastan, dijatuhi bom berat oleh pesawat Rusia sebelum kesepakatan terkait disetujui.

"Mereka meninggalkan pemberontak tanpa opsi setelah membom warga sipil, dan tidak memberi pilihan untuk menyerahkan atau melenyapkan daerah mereka," kata Abul Aziz al Barazi, salah seorang perunding oposisi sipil.

Migrasi para pemberontak Suriah itu diperkirakan akan memakan waktu dua hari, dengan jumlah ribuan orang yang diangkut bergantian menggunakan bus dari Rastan sejak Senin, 7 Mei 2018.

Setelah tujuh tahun perang, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, yang didukung oleh militer Rusia dan Iran, kembali menguasai sebagian besar wilayah tengah Suriah, termasuk kota kedua terbesar, Aleppo.

Jatuhnya wilayah pertahanan pemberontak antara Homs dan Hama, juga berarti mengamankan kembali akses jalan nasional M5 -- menghubungkan Aleppo dan Damaskus melalui Homs -- yang telah lama ditutup akibat perang.  

Pasukan pemberontak sekarang terkonsentrasi di provinsi Idlib, di mana puluhan ribu pejuang dan keluarga mereka tiba dari bekas wilayah pertananan Ghouta Timur bulan lalu.

Di saat bersamaan, para pemberontak juga masih menguasai sebagian provinsi Deraa di ujung barat daya.

Di tempat lain di negara itu, Turki, khawatir dengan pertumbuhan pengaruh Kurdi di Suriah, di mana baru-baru ini merebut wilayah Afrin yang dikendalikan oleh milisi Kurdi YPG Suriah.

Di dekatnya, Amerika Serikat terus mendukung pasukan Demokrat Suriah yang didominasi Kurdi, dalam operasi mereka yang berkelanjutan terhadap kelompok Negara Islam.

Sementara itu, menurut Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia, selama tujuh tahun perang, lebih dari 400.000 orang telah tewas atau dilaporkan hilang,

Lebih dari setengah populasi yang berjumlah 22 juta jiwa, telah diusir dari rumah mereka dengan sedikitnya 6,1 juta warga Suriah terlantar, dan 5,6 juta lainnya mengungsi ke luar negeri, seperti salah satunya di Lebanon.

(Liputan6.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 16:51

    3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing

    Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:48

    Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026

    PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:43

    Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal

    BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:29

    Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu

    TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:26

    Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

    BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor