Sabtu, 02 Mei 2026

Internasional

Senator AS Ingin Beri Sanksi MBS Terkait Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 08 Des 2018 13:36
Detik.com
Jakarta - Senator Amerika Serikat (AS) berniat menghukum Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Pekan depan Senator AS akan voting untuk menghukum Riyadh.

Presiden AS Donald Trump ingin agar hubungan dengan Arab Saudi tetap dekat. Namun beberapa rekan dari Republik telah bergabung dengan Partai Demokrat terkait dugaan terlibatnya MBS dalam pembunuhan Khashoggi.

Selain itu, Senator juga ingin agar AS mengakhiri dukungan dalam perang yang dipimpin Saudi di Yaman, memaksakan sanksi, dan menyetop penjualan senjata.

Namun, banyak yang punya perbedaan sikap terhadap konflik Yaman dengan pembunuhan Khashoggi. Beberapa ingin menanggapi kematian Khashoggi, dan lainnya setuju dengan Trump yang mendukung Saudi sebagai penyeimbang bagi Iran.

"Merupakan kesalahan untuk memecah hubungan itu dengan Saudi. Itu tidak didasarkan pada kepentingan bersama, memerangi ekstremisme di Timur Tengah, dan melawan ancaman Iran," kata Senator John Cornyn, Kamar No. 2 Republik, seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/12/2018).

Lima senator Republik dan Demokrat bertemu di belakang pintu tertutup pada Kamis (6/12) pagi untuk membahas rencana ke depan. Namun, mereka menyatakan belum menemukan kompromi yang dapat memenangkan dukungan bipartisan yang cukup untuk melewati Senat.

Kurangnya kesepakatan antar senator ini kontras dengan banyaknya ungkapan kasar para senator yang ditujukan pada MBS. MBS menolak pengetahuan tentang operasi pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober di konsulat Saudi di Istanbul.

Direktur CIA Gina Haspel bicara kepada Senator AS pada Selasa (4/12) membulatkan tekat melawan MBS yang mendapat dukungan dari Trump.

Ada tiga wacana yang diungkapkan senat: resolusi kekuatan perang yang mengakhiri keterlibatan AS dalam konflik Yaman, undang-undang yang memberlakukan tindakan keras yang luas terhadap Arab Saudi, termasuk mengakhiri penjualan persenjataan dan mengenakan sanksi baru; dan resolusi tak mengikat yang menargetkan putra mahkota.

Diperkirakan Senat akan voting resolusi kekuatan perang minggu depan. Arab Saudi memimpin kampanye di Yaman melawan Houthi, pejuang Muslim Syiah yang dilihat tetangga Yaman sebagai agen Iran. Perang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.