Minggu, 28 Jun 2026

Internasional

Senator AS Ingin Beri Sanksi MBS Terkait Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 08 Des 2018 13:36
Detik.com
Jakarta - Senator Amerika Serikat (AS) berniat menghukum Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Pekan depan Senator AS akan voting untuk menghukum Riyadh.

Presiden AS Donald Trump ingin agar hubungan dengan Arab Saudi tetap dekat. Namun beberapa rekan dari Republik telah bergabung dengan Partai Demokrat terkait dugaan terlibatnya MBS dalam pembunuhan Khashoggi.

Selain itu, Senator juga ingin agar AS mengakhiri dukungan dalam perang yang dipimpin Saudi di Yaman, memaksakan sanksi, dan menyetop penjualan senjata.

Namun, banyak yang punya perbedaan sikap terhadap konflik Yaman dengan pembunuhan Khashoggi. Beberapa ingin menanggapi kematian Khashoggi, dan lainnya setuju dengan Trump yang mendukung Saudi sebagai penyeimbang bagi Iran.

"Merupakan kesalahan untuk memecah hubungan itu dengan Saudi. Itu tidak didasarkan pada kepentingan bersama, memerangi ekstremisme di Timur Tengah, dan melawan ancaman Iran," kata Senator John Cornyn, Kamar No. 2 Republik, seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/12/2018).

Lima senator Republik dan Demokrat bertemu di belakang pintu tertutup pada Kamis (6/12) pagi untuk membahas rencana ke depan. Namun, mereka menyatakan belum menemukan kompromi yang dapat memenangkan dukungan bipartisan yang cukup untuk melewati Senat.

Kurangnya kesepakatan antar senator ini kontras dengan banyaknya ungkapan kasar para senator yang ditujukan pada MBS. MBS menolak pengetahuan tentang operasi pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober di konsulat Saudi di Istanbul.

Direktur CIA Gina Haspel bicara kepada Senator AS pada Selasa (4/12) membulatkan tekat melawan MBS yang mendapat dukungan dari Trump.

Ada tiga wacana yang diungkapkan senat: resolusi kekuatan perang yang mengakhiri keterlibatan AS dalam konflik Yaman, undang-undang yang memberlakukan tindakan keras yang luas terhadap Arab Saudi, termasuk mengakhiri penjualan persenjataan dan mengenakan sanksi baru; dan resolusi tak mengikat yang menargetkan putra mahkota.

Diperkirakan Senat akan voting resolusi kekuatan perang minggu depan. Arab Saudi memimpin kampanye di Yaman melawan Houthi, pejuang Muslim Syiah yang dilihat tetangga Yaman sebagai agen Iran. Perang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.