Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Sering Disangka Swiss, Raja Swaziland Ubah Nama Negaranya Jadi eSwatini

Internasional

Sering Disangka Swiss, Raja Swaziland Ubah Nama Negaranya Jadi eSwatini

Sabtu, 21 Apr 2018 10:01
(Wikimedia Commons)
Raja Mswati III dari Swaziland

Mbabane - Raja Mswati III dari Swaziland -- sebuah negara monarki absolut terakhir dan satu-satunya di Afrika modern -- secara resmi mengumumkan mengubah nama negaranya menjadi Kerajaan eSwatini pada Kamis, 19 April 2018.

Deklarasi perubahan nama itu bertepatan pada perayaan Kemerdekaan Swazi yang ke-50 tahun dan dirgahayu Raja Mswati III yang turut memasuki usia kepala lima. Demikian seperti dikutip dari Time (20/4/2018).

Pada beberapa kesempatan sebelumnya, sang raja telah merujuk Swaziland dengan nama 'eSwatini' atau 'tanah Swazi' dalam bahasa Swati -- termasuk dalam Sidang Majelis Umum PBB pada tahun 2017 lalu.

Nama Swaziland sendiri merupakan cara penyebutan 'tanah Swazi' dalam Bahasa Inggris -- yang digunakan sejak Britania Raya melakukan kolonisasi pada tahun 1968.

Oleh karenanya, menurut Raja Mswati, perubahan itu menandai pengembalian nama resmi negara Swaziland ke aslinya, eSwati, serta menyimbolkan akhir dari kolonisasi Inggris.

Di sisi lain, sang raja menambahkan bahwa penggantian nama juga membantu menyelesaikan masalah kemiripan nama dengan negara lain.

"Setiap kali kami pergi ke luar negeri, orang-orang sering menyebut nama negara kami Swiss (Switzerland, dalam penyebutan Bahasa Inggris)," kata Raja Mswati III.

Mswati, yang merupakan putra dari raja sebelumnya Sobhuza II dan dilaporkan memiliki 15 istri, dinobatkan pada 1986 dan memerintah dengan dekrit.

Selama berkuasa, Mswati kerap dikritik atas catatan buruk hak asasi manusia rezimnya.

Ia juga dikecam atas kebiasaannya menjalani gaya hidup mewah -- kontradiktif dengan statusnya sebagai pemimpin negara kecil landlocked berpenghasilan menengah-ke-bawah (low income country), masuk dalam daftar pengidap HIV/AIDS tertinggi di dunia, dengan pertanian tradisional sebagai sektor mata pencaharian utama penduduknya.

(Liputan6.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 08:50

    Diduga Terima Suap Tambang, Kajari dan Kasi Pidum Kejari Tuban Dicopot

    Kepala Kejaksaan Negeri Tuban beserta Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) dicopot dari jabatannya di tengah mencuatnya dugaan suap terkait penanganan perkara tambang di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.P

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:47

    OTT di Sumut, KPK Benarkan Bupati Langkat Ditangkap

    Bupati Langkat, H Syah Afandin, ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara. OTT di Sumut dilakukan Kamis (2/7/2026)."Benar," kata Wa

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:45

    Belajar dari YouTube, Pasutri di Medan Nekat Produksi Pil Ekstasi Rumahan

    Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara membongkar sebuah rumah yang dijadikan pabrik rumahan pembuatan pil ekstasi di Jalan Mangkubumi Gang Aceh, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Me

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:40

    Cegah Jalan Rusak dan Kecelakaan, Polres Siak Tertibkan Truk Sawit ODOL di Jalan Lintas Perawang

    SIAK - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Siak menindak tegas truk pengangkut kelapa sawit yang melanggar aturan kelebihan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di sepanjang Jalan Lintas P

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:39

    DPRD Pekanbaru Minta Disdik Awasi Ketat Pemenuhan Kuota SMP Negeri, Cegah Jual Beli Kursi

    PEKANBARU â€" Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melakukan pengawasan khusus terhadap proses pemenuhan kuota di sejumlah SMP negeri yang hingg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor