Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Terkait Teror Christchurch, Australia-Turki Alami Ketegangan Diplomatik

Internasional

Terkait Teror Christchurch, Australia-Turki Alami Ketegangan Diplomatik

Rabu, 20 Mar 2019 13:59
Detik.com
CANBERA - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengecam dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut atas pernyataan Presiden Turki Recep Erdogan terkait serangan terorisme di Christchurch, Selandia Baru.

Presiden Erdogan sebelumnya menyatakan, siapa pun yang masuk ke Turki dengan sentimen anti Islam akan dipulangkan ke negara asalnya dalam peti jenazah.

Dia merujuk ke ribuan pasukan Australia dan Selandia Baru (Anzac) yang tewas setelah mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I di Gallipoli, Turki.

Menanggapi hal ini, PM Morrison telah memanggil Dubes Turki di Canberra Korhan Karako hari Rabu (20/3/2019). Namun dia menyatakan tidak puas dengan penjelasan sang dubes.

Australia juga menyatakan akan meninjau peringatan bepergian (travel warning) ke Turki bagi warganya.

"Saya tidak dapat menerima alasan yang disampaikan terkait pernyataan itu," ujar PM Morrison usai pertemuannya dengan Dubes Karako.

Presiden Erdogan mengecam Anzac yang ikut berperang dengan Inggris di Gallipoli. Dia mengancam mereka yang datang ke Turki dengan sentimen anti-Islam akan dikembalikan dalam peti jenazah seperti nenek moyangnya.

PM Morrison menegaskan pihaknya meminta pernyataan itu ditarik kembali dan TV pemerintah Turki meluruskan kesalahan interpretasi kebijakan Australia.

Jika tidak dipenuhi, kata Morrison, pihaknya akan mengambil tindakan lebih lanjut.

"Saya menunggu apa tanggapan Pemerintah Turki sebelum mengambil tindakan lebih lanjut," ujarnya.

Pemimpin Oposisi Bill Shorten juga mengecam pernyataan Erdogan.

Sebelumnya PM Morrison mengaku tersinggung dengan pernyataan Erdogan.

Presiden Erdogan menilai serangan terhadap jamaah masjid di Selandia Baru merupakan bagian dari serangan lebih luas terhadap Turki.

Presiden Turki yang berkampanye menjelang pemilu lokal akhir bulan ini menegaskan penembakan jamaah masjid jadi bukti meningkatnya kebencian dan prasangka terhadap Islam.

Pengiriman pasukan Anzac ke Gallipoli dalam Perang Dunia I, katanya, bermotifkan sikap anti-Islam.

"Nenek moyangmu datang ke sini dan mereka kembali dalam peti jenazah," ujar Presiden Erdogan.

"Tak ada keraguan, kami akan mengirimmu kembali seperti nenek moyangmu itu," tambahnya.

Presiden Erdogan menilai Turki bertindak keliru karena menghapuskan hukuman mati 15 tahun lalu.

Dia meminta Selandia Baru membuat aturan hukum yang memungkinkan pelaku teror di Christchurch bisa dihukum mati.



Sumber: detik.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.