Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Terkuak, Paus Sperma di Spanyol Mati Usai Telan Tas Kresek dan Sedotan

Internasional

Terkuak, Paus Sperma di Spanyol Mati Usai Telan Tas Kresek dan Sedotan

Kamis, 12 Apr 2018 09:42
Liputan6.com
Telan Sampah 30 Kg, Ini Penyebab Kematian Paus Sperma di Spanyol (Twitter: Espacios Naturales Murcia)

Murcia - Pada Februari 2018 lalu, warga dan petugas mercusuar di sebuah pantai di Murcia, Spanyol, dibuat kaget. Pasalnya, mereka menemukan seekor paus sperma terdampar, sekarat dan tak lama kemudian mati.

Setelah autopsi, ternyata, paus sperma yang diketahui masih remaja itu mati karena terdapat 30 kg sampah di dalam perutnya.

Dalam perut paus sepanjang 10 meter itu, ditemukan tas plastik, sedotan, tali, jaring, dan potongan plastik lainnya.

Menurut dokter dari El Valle Wildlife Recovery Centre yang mengautopsi paus mengatakan, hewan malang itu tidak mampu mencerna atau mengeluarkan sampah yang mengakibatkan kematiannya. Demikian seperti dikutip dari ABC.net.au pada  Kamis (12/4/2018)

Kemungkinan paus sperma itu mati karena peritonitis, sebuah peradangan jaringan yang melapisi perut, yang biasanya disebabkan oleh infeksi atau lubang di usus.

Paus sperma kebanyakan makan cumi-cumi raksasa, dan kerap menyelam sedalam hampir 1 kilometer untuk mencari makanan.

Mereka juga sesekali makan gurita, hiu kecil, kepiting, udang dan ikan.

Sejauh ini Departemen Pariwisata setempat telah meluncurkan kampanye anti-sampah untuk mencoba mengurangi jumlah sampah yang tersisa di perairan Murcia.

"Kehadiran plastik di laut dan lautan adalah salah satu ancaman terbesar bagi pelestarian satwa liar di seluruh dunia," kata Consuelo Rosauro, dari Pemerintah Murcian.

"Banyak hewan terperangkap di tempat sampah atau menelan sejumlah besar plastik yang akhirnya menyebabkan kematian mereka."

Polusi plastik adalah masalah besar bagi laut. Tak terkecuali Indonesia dan Australia.

Bulan lalu seorang penyelam berbagi video tentang plastik mengambang di tempat menyelam yang populer di Bali, mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya.

Dan awal tahun ini, relawan proyek pembersihan bawah tanah di Manly Cove, Australia menemukan gurita memegangi sedotan plastik di tentakelnya.

Kampanye kesadaran tentang bahaya plastik bagi ekologi laut telah bergulir sejak lama. Terutama karena sejumlah hewan laut, terutama paus sperma tidak sadar telah menelan kantong-kantong plastik yang mengapung sampai ke laut.

Kematian paus sperma dengan lambung penuh plastik telah menjadi masalah pelik. Pada 2016, sedikitnya 13 ekor mamalia ditemukan mati dengan dengan perut penuh plastik di Toenning di Schleswig-Holstein, Jerman.

Para ilmuwan menduga mereka menderita serangan jantung yang diakibatkan oleh kelaparan.

"Temuan ini menunjukkan kepada kita tentang masyarakat yang tergila-gila pada plastik," kata Robert Habeck, Menteri Lingkungan Hidup Schleswig-Holstein Robert Habeck.

"Hewan-hewan itu secara tidak sadar menyantap plastik dan sampah plastik yang menyebabkan mereka menderita. Dan, paling buruknya, kelaparan. Mereka merasa lambung penuh sehingga tak bisa makan."

Semua paus itu berkelamin jantan, berusia antara 10 hingga 15 tahun, dengan berat antara 32 hingga 41 ton. Para pakar menduga badai di kawasan timur laut Atlantik menghanyutkan sumber makanan paus ke Laut Utara.

Paus-paus itu mengikuti sumber makanan mereka dan terdampar di perairan dangkal sehingga kelaparan sampai akhirnya mati.


(Liputan6.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 13:16

    Pura-pura Menginap di Rumah Kerabat, Pria di Bungur Ditangkap Usai Diduga Lakukan Pencabulan terhadap IRT

    SELATPANJANG â€" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti bergerak cepat mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 13:14

    DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Tiga Pansus Bahas Tujuh Ranperda Baru

    SELATPANJANG - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti resmi membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Pembentukan regulasi baru ini dirancang untuk m

  • Jumat, 03 Jul 2026 13:12

    Sakit, Anggota Polres Rohul Meninggal Dunia di Kontrakannya

    Keluarga besar Polres Rokan Hulu berduka atas meninggalnya salah seorang personelnya, Aipda Jhon Meydianto Sinaga, Banit 1 SPKT Polres Rokan Hulu, yang wafat akibat sakit pada Kamis (2/7/2026) sekitar

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:27

    Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal

    TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:25

    Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor