- Home
- Internasional
- Turki dan Prancis Bertikai Soal Rekaman Pembunuhan Khashoggi
Internasional
Turki dan Prancis Bertikai Soal Rekaman Pembunuhan Khashoggi
Selasa, 13 Nov 2018 15:07
Erdogan, pada Sabtu (10/11), mengungkapkan bahwa Turki telah menyerahkan sejumlah rekaman terkait pembunuhan Khashoggi kepada beberapa negara. Negara-negara yang dimaksud adalah Arab Saudi, Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Jerman.
Dalam wawancara dengan televisi France 2 pada Senin (12/11), Menlu Le Drian menyebut dirinya 'untuk saat ini tidak menyadari' adanya informasi yang diberikan oleh Turki. Saat ditanya apakah Erdogan berbohong, Le Drian menjawab: "Itu berarti dia (Erdogan-red) memiliki permainan politik untuk dimainkan dalam situasi ini."
Seperti dilansir AFP, Selasa (13/11/2018), komentar Le Drian itu memancing kegeraman Turki. Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu sama-sama memberikan pernyataan keras atas komentar tersebut.
"Kami mendapati ini tidak bisa diterima bahwa dia menuduh Presiden Erdogan 'memainkan permainan politik'," sebut Altun dalam pernyataan tertulis kepada AFP. "Jangan lupakan bahwa kasus ini sudah ditutup-tutupi jika bukan karena upaya penuh tekad dari Turki," imbuhnya.
Dituturkan Altun bahwa otoritas Turki menyerahkan bukti terkait pembunuhan Khashoggi kepada sejumlah negara, termasuk Prancis. "Saya mengonfirmasi bahwa bukti terkait pembunuhan Khashoggi juga diserahkan kepada lembaga terkait pada pemerintahan Prancis," imbuhnya.
Menurut Altun, seorang perwakilan dari intelijen Prancis telah mendengarkan rekaman audio dan memeriksa informasi detail termasuk transkrip percakapan pada 24 Oktober lalu.
"Jika ada miskomunikasi antara berbagai lembaga pemerintahan Prancis, itu bergantung pada otoritas Prancis, bukan Turki, untuk mengurusi persoalan itu," tegasnya. "Turki terus melanjutkan penyelidikan kasus ini agar semua detail terungkap," tandas Altun.
Secara terpisah, Menlu Cavusoglu menyebut tuduhan dari Menlu Le Drian itu mengarah pada 'ketidaksopanan'. "Tidak cocok dengan keseriusan seorang Menteri Luar Negeri," ujarnya sembari menuduh Menlu Le Drian telah 'melanggar wewenangnya'
Memberikan tanggapan, Kementerian Luar Negeri Prancis menyebut adanya 'kesalahpahaman'. Disebutkan bahwa informasi yang disediakan Turki belum mengarah pada 'kebenaran seutuhnya', termasuk soal siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu.
"Yang kami pedulikan adalah kebenaran seutuhnya, bukan hanya rekaman dari Turki ... kebenaran seutuhnya juga dicari di Riyadh dan dalam pertukaran dengan mitra-mitra kami yang lain," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis.
(detik.com) Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie