Liputan6.com
Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara dalam pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait perdamaian Suriah di Ankara, Turki, Rabu (4/4).
Teheran - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi
baru terhadap enam orang dan tiga perusahaan, yang disebut memiliki
hubungan dengan Korps Pengawal Revolusioner Iran (IRGC).
Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan, hukuman itu menargetkan
orang-orang yang telah menyalurkan jutaan dolar kepada IRGC, yang
ditudingnya mendanai "kegiatan yang merugikan".
Dikutip dari Time.com pada Jumat (11/5/2018), Bank sentral Iran juga dituduh membantu IRGC untuk mengakses dolar AS.
Departemen Keuangan AS tidak menyebutkan nama individu yang terkena
sanksi, tetapi mengatakan bahwa mereka semua adalah warga negara Iran.
Langkah AS yang didukung Uni Emirat Arab (UEA), melarang individu dan entitas AS berbisnis dengan mereka yang terkena sanksi.
"Rezim Iran dan Bank Sentral di sana telah menyalahgunakan akses ke
entitas di UEA dalam memperoleh dolar AS, untuk mendukung kegiatan
merugikan yang dilakukan oleh IRGC, termasuk mendanai dan mempersenjatai
kelompok proksi regionalnya," kata Mnuchin dalam sebuah pernyataan.
"Kami bermaksud memotong aliran pendapatan IRGC, dari mana pun asalnya, dan apa pun tujuan mereka," tambahnya.
Adapun IRGC sendiri, telah beroperasi sejak tahun 1979 untuk membela
sistem pemerintahan Islam Iran, dan juga menjelma sebagai penyokong
kekuatan militer, politik, dan ekonomi utama di negara tersebut.
Sanksi terbaru yang diberikan oleh AS itu secara khusus menargetkan kegiatan operasional IRGC di luar negeri.
Presiden Donald Trump telah menyebut kelompok itu sebagai "kekuatan
teror dan milisi yang korup", yang kemudian berbuntut pada penetapan
sanksi ekonomi.
Hukuman terbaru datang hanya dua hari setelah Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran, dan berjanji untuk meningkatkan tekanan kepada Teheran.
Keputusan Trump untuk membatalkan kesepakatan itu digambarkan sebagai
sebuah "kesalahan" oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali
Khamenei.
Sementara
itu, Israel menuduh Pasukan Quds Iran melancarkan 20 kali serangan
roket ke pangkalan militernya di Suriah pada Kamis pagi, 10 Mei 2018.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa empat roket berhasil
dicegat dan, 16 unit lainnya jatuh meleset dari target mereka di
Dataran Tinggi Golan.
Pengerahan pasukan Iran untuk membantu Presiden Bashar al-Assad di
Suriah membuat Israel kian khawatir, sehingga mendorong pihaknya
melakukan serangan balasan.
IDF mengatakan jet tempur menyerang 70 sasaran militer milik Iran di
wilayah Suriah, menyebabkan kerusakan signifikan. Target serangan
termasuk situs intelijen, pos militer dan gudang penyimpanan senjata.
Rusia, Jerman dan Prancis meminta kedua negara untuk menahan diri,
tetapi AS mengatakan Iran menanggung "tanggung jawab penuh atas
konsekuensi tindakan nekatnya", dan bahwa Israel memiliki hak untuk
membela diri.
(Liputan6.com)
Internasional