Sempat Turun Drastis, Dalam Sekejap Covid-19 di Kampar Malah Renggut 9 Nyawa
Admin
Rabu, 11 Agu 2021 13:44
BANGKINANG - Kasus Covid-19 di Kampar Riau sempat turun drastis, malah dalam sekejap renggut 9 nyawa.
Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (9/8/2021) membikin lega. Jumlah terkonfirmasi positif 41 orang. Turun drastis dari hari sebelumnya.
Namun berubah 180 derajat keesokan harinya, Selasa (10/8), wabah Covid-19 di Kampar memprihatinkan.
Wabah ini merenggut sembilan nyawa pada hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jilid 3.
"Meninggal di rumah sakit. Ada di Pekanbaru, ada juga di RSUD Bangkinang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kampar, Haryanto pada , Rabu (11/8/2021).
Di hari yang sama, sebanyak 83 orang terkonfirmasi positif. Kabar gembiranya, pasien yang sembuh lebih banyak yakni 129 orang. Menyisakan kasus aktif sebanyak 882 orang.
Sebanyak 305 orang dirawat di rumah sakit dan 560 orang menjalani isolasi mandiri.
Hanya ada 17 orang yang diisolasi di Taman Rekreasi Stanum Bangkinang.
Akumulasi kasus terkonfirmasi positif 7.366 orang.
Haryanto mengungkap, pencatatan kasus terkonfirmasi positif bukan hanya berdasarkan hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Tekonfirmasi positif juga dihitung dari tes usap Antigen.
"Tidak lagi mesti PCR. Antigen juga sudah bisa. Jadi data terkonfirmasi itu (gabungan) PCR dan Antigen," ujar Anto, sapaan akrabnya.
Anto mengurai sebaran kecamatan paling berisiko dilihat dari jumlah terkonfirmasi terbanyak.
Siak Hulu adalah kecamatan paling berisiko. Disusul Kecamatan Tapung, Bangkinang Kota, Tapung, Tambang dan Tapung Hulu.
Soal ketersediaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR), Anto mengklaim Kampar belum kekurangan. Sebab pasien Covid-19 di Kampar banyak dirawat di Pekanbaru.
Ia mengatakan, tes usap Covid-19 digencarkan dengan tracing kontak erat terkonfirmasi positif sebagai konsekuensi dari PPKM Level 3. Maka wajar jika jumlah terkonfirmasi tinggi.
Turun di Bawah 50 Kasus
Sebelumnya, data jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kampar agaknya bikin lega. Dinas Kesehatan Kampar mencatat jumlah terkonfirmasi positif berhasil ditekan ke bawah 50 orang.
Data 9 Agustus 2021, jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 41 orang.
Ini adalah angka terbawah sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada 26 Juli 2021 lalu.
Turun drastis dari jumlah terkonfirmasi pada Minggu (8/8/2021) sebanyak 84 orang.
Meski begitu, masih ada 313 orang yang dirawat dan 624 orang menjalani isolasi mandiri hingga Senin (10/8/2021).
Jumlah kasus sempat meledak selama PPKM Level-3 dengan terkonfirmasi positif di atas 100 orang. Dinas Kesehatan Kampar mengakuinya.
Plt. Kepala Dinkes Kampar, Rahmat melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Haryanto mengungkap jumlah kasus tinggi adalah hasil kerja selama PPKM Level-3.
Tingginya kasus dipengaruhi banyaknya tes PCR dan Rapid Antigen selama PPKM Level 3. "(PPKM) Level 3, testing harus diperbanyak. Cara untuk menekan (penyebaran) Covid-19, dilakukan testing," kata Anto, sapaan akrabnya
Ia menyebutkan, jumlah tes selama PPKM Level 3 di Kampar bisa mencapai terhadap 1.800 orang. Tes dilakukan terhadap hasil lacak (tracing) kontak erat dengan terkonfirmasi positif.
"Misalnya satu orang kena di satu rumah. Keluarganya di rumah itu harus testing, harus isolasi," jelas Anto.
Anto mengungkap, pencatatan kasus terkonfirmasi positif bukan hanya berdasarkan hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Tekonfirmasi positif juga dihitung dari tes usap Antigen.
"Tidak lagi mesti PCR. Antigen juga sudah bisa. Jadi data terkonfirmasi itu (gabungan) PCR dan Antigen," ujar Anto.
Realisasi Vaksinasi di Kampar Masih Minim
Di sisi lain, realisasi vaksinasi Covid-19 di Kampar masih minim.
Hingga 8 Agustus 2021, cakupan vaksinasi baru 51.158 orang atau 8,06 persen dari total sasaran vaksinasi di Kampar 534.996 orang.
Rinciannya yakni 51.158 orang sudah divaksin dosis 1 atau hanya 8,06 persen. Sedangkan capaian untuk dosis 2 sebanyak 31.314 orang atau 4,93 persen.
Demikian sajian data Dinas Kesehatan Kampar yang diterima, Senin (9/8/2021).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Rahmat melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Haryanto mengakui minimnya cakupan tersebut.
Bukan tanpa alasan. Anto, sapaan akrabnya, menyebutkan, capaian rendah tidak terlepas dari terbatasnya ketersediaan vaksin itu sendiri.
"Sekarang antusiasme masyarakat sudah tinggi (untuk divaksin), tetapi ketersediaan vaksin terbatas," ungkapnya pada, Senin (9/8/2021).
Anto menyebutkan, stok vaksin di Kampar per Senin (9/8/2021) sebanyak 570 vial.
Akumulasi dari penambahan stok yang diterima pada akhir Juli sebanyak 100 vial dan minggu pertama Agustus sebanyak 444 vial. Totalnya 544 vial atau setara dengan 5.440 dosis.
"Stok vaksin sudah didistribusikan ke seluruh Puskesmas. Per hari ini (Senin), total ada stok 570 vial. Sehari dua hari ini, habis itu," jelas Anto.
Sekarang, vaksinasi fokus ke dosis kedua untuk mencegah interval dari dosis pertama terlalu jauh lewat dari 28 hari.
Anto mengungkapkan, Kampar membutuhkan 22.900 vaksin untuk dosis kedua. Sedangkan stok hanya sekitar 5.000 dosis.
"(Selisih sasaran dan stok vaksin) jauh. Makanya capaian minim," katanya.
Masih menurut data Dinkes Kampar tadi, capaian vaksinasi tertinggi pada kelompok tenaga kesehatan dengan persentase 144,32 persen dosis 1 dan 135,63 persen dosis 2 dari total sasaran 2.369.
Disusul pelayan publik sebanyak 43.030 orang dengan capaian 81,85 persen dosis I dan 50,74 persen dosisi 2.
Kelompok lanjut usia sebanyak 37.254 orang masih sangat minim. Capaiannya baru 10,49 dosis 1 dan 4,72 dosis 2.
Kelompok masyarakat rentan tercatat 74.523 orang. Capaiannya juga masih minim yakni, 4,78 persen dosis 1 dan 2,51 persen dosis 2.