Update Data Penyakit Mulut dan Kuku di Pelalawan, 15 Sapi Sembuh
Admin
Kamis, 14 Jul 2022 13:49
PELALAWAN - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak di Kabupaten Pelalawan masih mewabah.
Jumlah hewan yang terinfeksi PMK terus bertambah hingga Kamis (14/7/2022).
Berdasarkan data milik Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Pelalawan, jumlah ternak yang terkena PMK sudah mencapai 45 ekor dan semuanya jenis sapi.
Hewan ternak ini milik masyarakat yang merupakan peternak di beberapa desa. Puluhan sapi itu tidak memenuhi syarat untuk disembelih saat Hari Raya Idul Adha lalu.
"Total yang terkena PMK ada 45 ekor. Sedangkan yang sudah sembuh mencapai 15 ekor sapi," kata Kepala Disbunak Pelalawan, Akhtar SE kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (14/7/2022).
Akhtar menerangkan, pihaknya telah melakukan beberapa penanganan terhadap sapi-sapi yang terinfeksi PMK. Sejak kasus pertama muncul, tim kesehatan hewan Disbunak telah melakukan pengobatan.
Sapi yang terinfeksi diasingkan ke kandang khusus untuk melokalisir wabah PMK.
Selanjutnya semua kandang disemprot disinfektan, baik sapi yang terkena virus PMK maupun yang masih sehat.
Selain itu, lanjut Akhtar, pihaknya menggesa vaksinasi PMK kepada seluruh ternak sapi yang sakit maupun sehat. Vaksin yang diterima pada tahap pertama cukup hanya untuk 600 ekor saja.
Vaksin telah habis dipakai dan pihaknya sudah meminta vaksin PMK tambahan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Agar PMK tidak mewabah semakin jauh dan menginfeksi ternak lainnya.
"Kita masih menunggu vaksin tambahan dari provinsi. Jika sudah datang akan langsung disalurkan ke kecamatan-kecamatan," papar Akhtar.
Ia merincikan, sapi yang terinfeksi PMK tersebar di Kecamatan Bandar Petalangan 7 ekor, Ukui 14 ekor, Kerumutan 6 ekor, Pangkalan Kerinci 5 ekor, dan Pangkalan Lesung 11 ekor.
Pihaknya mengantisipasi penyebaran virus PMK ke kecamatan lain.
Jumlah hewan kurban yang dipotong saat ibadah kurban meningkat sekitar 24 persen.
Ternak yang disembelih berbagai jenis mulai dari sapi, kerbau, kambing, maupun domba.
Pemotongan dilakukan oleh mesjid maupun kelompok masyarakat hingga instansi pemerintah ataupun swasta.
"Total hewan kurban mencapai 3.010 ekor atau naik 24 persen. Tahun lalu hanya 2.300 ekor yang disembelih pada Idul Adha," tandasnya.
Akhtar merincikan, sebanyak 3.010 ekor ternak kurban terdiri dari sapi 2.276, ada 227 kerbau, kambing mencapai 497, dan domba 14 ekor.
Dari total hewan itu, sebagian besar di datang dari berbagai daerah seperti Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kuantan Singingi, dan wilayah lain yang memiliki stok ternak yang banyak.
Ternak lokal tidak cukup memenuhi kebutuhan setiap Idul Adha, sehingga warga memesan dari luar daerah.