FAMILY
Empat Profesi Banyak Dicari tapi Miskin Peminat
Kamis, 29 Okt 2015 15:57
Pada kenyataannya, ada banyak pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan namun seringkali sepi pelamar. Berikut ini adalah empat profesi penting yang sering kurang peminat.
1. Pustakawan
Pasti yang terbayang di kepala Anda adalah sosok berkacamata tebal yang nerdy dan kutu buku. Tidak semua yang Anda pikirkan itu benar. Banyak juga pustakawan dan pustakawati yang trendi dan gaul. Apalagi profesi yang mereka geluti ini jarang peminat, jadi jika Anda memenuhi syarat, kemungkinan untuk diterima kerja sebagai pustawakan cukup besar.
Ilmu jurusan perpustakaan masuk ke dalam Fakultas Ilmu Budaya (FIB) atau Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FIB). Lulusannya bisa bekerja di banyak tempat mulai dari menjadi staff pengarsipan hingga document controller. Posisi mereka bahkan makin penting karena teknologi saat ini sudah memungkinkan penyusunan dokumen menggunakan program komputer, membuat makin banyak perusahaan menjadikan pengarsipan sebagai prioritas.
2. Aktuaris
Ini adalah profesi yang bekerja menghitung risiko, premi, dan dividen untuk perusahaan asuransi. Aktuaris artinya orang yang kerjanya mempertimbangkan risiko dan biaya-biaya yang harus ditanggung seseorang.
Saat ini kebutuhan aktuaria cukup banyak di Indonesia karena industri asuransi juga makin berkembang. Namun sayangnya orang yang berprofesi ini tidak banyak.
3. Manajer untuk Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah upaya untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi di sebuah perusahaan, institusi, atau organisasi. Orang yang bekerja di bidang ini bisa menganalisis kemungkinan buruk yang bisa terjadi dan mencari solusi untuk mengurangi risikonya. Mereka harus teliti, cermat, punya pengetahuan luas, plus bisa berpikir secara analitik, bukan hanya di permukaan saja.
Profesi ini sangat dibutuhkan di banyak perusahaan terutama di industri keuangan dan perbankan, namun masih sedikit yang tertarik untuk menekuni bidang ini.
4. Ahli Perkapalan
Sebagai negara yang lautannya lebih luas dibanding daratan, Indonesia jelas membutuhkan ahli perkapalan. Sayangnya profesi ini sering dianggap sulit mencari pekerjaan karena industri perkapalan Indonesia yang kurang terperhatikan. Banyak lulusan teknik perkapalan yang akhirnya memutuskan untuk bekerja di industri perkapalan luar negeri dengan gaji yang cukup besar.
Nah, dengan dicanangkannya Indonesia untuk menjadi poros maritim, profesi ini jelas sangat dibutuhkan industri perkapalan dalam negeri yang sedang bangkit. Anda bisa bekerja di galangan kapal, pembangunan kapal baru, pemeliharaan dan servis kapal, juga di sarana industri lepas pantai!
3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing
Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP
Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026
PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l
Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal
BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D
Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk
Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta