Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Kreatif! Pengrajin Malang Bikin Batik Khusus Tragedi Kanjuruhan

life

Kreatif! Pengrajin Malang Bikin Batik Khusus Tragedi Kanjuruhan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 26 Des 2022 11:40

TIGA  bulan lebih tragedi Kanjuruhan terjadi seluruh prosesnya belum juga selesai. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari seorang pengerajin batik di Kabupaten Malang, dimana sang pengerajin batik bernama Ita Fitriyah asal Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang memiliki kreasi terbaru.

Batik motif tragedi Kanjuruhan pun dibuat oleh Iya Fitriyah. Batik ini dibuat dengan motif khusus untuk memperingati sebagai bentuk keprihatinan bagi para korban.

Menurut Ita, ia sengaja membuat batik dengan motif tragedi Kanjuruhan bertujuan untuk membantu para korban tragedi Kanjuruhan yang hingga kini masih berjuang untuk mencari keadilan hingga tuntas.

Motif batik tragedi Kanjuruhan sendiri diambil dari cerita anaknya bernama Lintang, yang hadir di Stadion Kanjuruhan ketika tragedi kemanusiaan dalam sepakbola terbesar nomor dua di dunia ini terjadi. Tak hanya cerita dari anaknya, cerita dari beberapa masyarakat mengenai betapa memilukannya tragedi Kanjuruhan, juga menjadi inspirasi Ita.

“Batik lintang membuat suatu karya tentang motif tragedi kanjuruhan, berdasar dari cerita siswa siswi kami dan juga cerita anak kami,” kata Ita Fitriyah, saat dikonfirmasi pada Senin (26/12/2022).

Dalam batik motif tragedi kanjuruhan itu,ita menggambarkan tangan berbentuk emoji harapan, serta pita hitam tanda berduka. Tak hanya itu, motif gambar singa bermahkota, dan ada asap berwarna merah seperti yang diderita korban, menggambarkan bagaimana pilunya peristiwa tragedi Kanjuruhan.

“Ini motif menceritakan ada banyak korban jiwa, kami gambarkan dengan tangan berbentuk emoji harapan, ada minta tolong dalam tragedi tersebut. Lalu ada syal berwarna hitam tanda berduka. Kemudian ada singa bermahkota seperti patung yang ada di Kanjuruhan," ungkap Ita.

 "Selanjutnya ada motif asap bentuk asap dari tragedi kanjuruhan, kenapa berwarna merah, kami mengambil dari warna mata merah yang diderita korban. Lalu kepala kainnya berserakan puing-puing dan latarnya berwarna biru,” tambah ibu dua anak ini.

Untuk konseptual hingga memproduksi kain batik khusus tragedi Kanjuruhan ini, Ita membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. Dimana dua minggu untuk penggambaran konsep dan dua mingu untuk proses pengerjaan batik tulis.

“Konseptualnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, lalu untuk teknis proses pengerjaan kain batik motif tragedi Kanjuruhan ini sekitar dua minggu,” ujarnya.

Ita menceritakan bahwa motif tragedi Kanjuruhan ini tidak ia perbanyak dan hanya dua kain yang ia produksi dan hanya untuk dilelang, untuk selanjutnya hasil lelang ia berikan seluruhnya untuk keluarga korban.

“Dan motif ini tidak diperbanyak karena bertujuan untuk didonasikan untuk korban tragedi tersebut dan perjuangan para korban yang sampai sekarang berjuang menuntut keadilan,” kata Ita.

Ita berharap dengan cara lelang batik hasil karyanya ini setidaknya bisa membantu para keluarga korban yang masih mencari keadilan hingga saat ini.

“Kain ini kami lelang mulai sekarang sampai satu bulan ke depan, nantinya uang hasil lelang itu seluruhnya akan kami berikan kepada korban tragedi Kanjuruhan,” tukasnya.

(sumber:okezone.com)

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.