Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • BKSDA Kembali Kirimkan Tim ke Lokasi Serangan Harimau Tewaskan Pekerja HTI di Pelalawan

BKSDA Kembali Kirimkan Tim ke Lokasi Serangan Harimau Tewaskan Pekerja HTI di Pelalawan

Admin
Jumat, 02 Sep 2022 09:28
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN- Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Riau kembali mengirimkan tim ke lokasi serangan harimau sumatera yang menewaskan seorang pekerja perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan, Rabu (31/8/2022) lalu.

Tim yang diberangkatkan ke Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti itu berjumlah lima orang.

Mereka menggantikan tim lama yang sudah satu pekan lebih di lokasi kejadian serangan harimau di areal HTI PT Peranap Timber.

Tim baru akan melanjutkan proses mitigasi hingga sosialisasi terkait keberadaan Si Belang di kawasan perusahaan tersebut.

Termasuk mencari keberadaan hewan buas yang memangsa korban Seha Sopiana Manik (44) pada 19 Agustus lalu.

"Kemarin kita mengirimkan tim baru, untuk menggantikan tim lama. Jadi aplausan, karena sudah sepakan lebih, kita tarik mereka," tutur Hansen Siregar, Kamis (1/9/2022).

Tim baru, lanjut Andri Hansen, tiba di lokasi HTI PT Peranap Timber pada Rabu (31/8/2022) sore menjelang Maghrib.

Mereka baru bergerak hari ini untuk melaksanakan tugas-tugas dan langkah penanganan konflik harimau yang terjadi, seperti yang telah diarahkan.

Hanya saja, tim belum ada melaporkan perkembangan situasi di lapangan serta penemuan terbaru.

Sebab tempat kejadian sangat jauh dan sinyal telepon sulit.

Tim baru bisa berkomunikasi setelah kembali ke camp dan mencari tempat yang ada jaringan komunikasi.

Temuan tim lama sebelum pulang, belum bisa menangkap wujud dari individu harimau yang menyerang korban Seha hingga tewas.

Tim telah memeriksa 5 unit kamera trap yang sudah dipasang sejak satu hari setelah serangan hewan bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu.

Padahal beberapa titik yakni di sekitar lokasi serangan, di dekat barak atau tempat tinggal pekerja, hingga di jalur perlintasan Si Belang itu di areal HTI PT Peranap Timber.

"Kemarin hasil kamera trap sudah diperiksa, tetapi harimau yang diduga menerkam korban belum terekam. Jadi dipasang kembali," kata Andri Hansen.

Tim baru akan menambah kamera trap di beberapa titik, namun belum bisa dipastikan jumlah yang akan ditambah.

Selain itu, tim juga tidak menemukan jejak baru sebelum pulang ke Pekanbaru.

Selama ini tim BKSDA telah melakukan beberapa langkah dan upaya penanganan konflik. Mulai dari mitigasi terkait penyerangan satwa langka itu kepada korban.

Menyusuri jejak dan kotoran Si Belang yang diduga sering melintasi areal tersebut.

Tim juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta pekerja lainnya yang menghuni barak, agar tidak bepergian ke hutan maupun bekerja sendirian atau dalam kelompok kecil.

Selain itu tim telah memasang kamera jebak atau camera trap sebanyak 5 unit di beberapa titik yang berpotensi di lintasi Kucing Oren itu.

Tim BKSDA terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan, perangkat desa, hingga aparat kepolisian sembari melakukan sosialisasi.

Lokasi serangan harimau merupakan wilayah teritorial binatang bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu.

Daerah itu masuk dalam landscape Semenanjung Kampar yang dihuni beberapa individu harimau sumatera selama ini.

Pihaknya menekankan kepada warga, pekerja, maupun pihak perusahaan PT Peranap Timber agar tidak melakukan hal-hal yang anarkis terhadap Si Belang.

Karena bentang itu dilindungi pemerintah dengan undang-undang, sehingga tidak menciptakan masalah baru.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.