Sabtu, 02 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Gajah Sumatera Betina Dewasa Ditemukan Mati di Bukit Apolo Pelalawan, Diduga Ini Penyebab Kematiannya

Gajah Sumatera Betina Dewasa Ditemukan Mati di Bukit Apolo Pelalawan, Diduga Ini Penyebab Kematiannya

Admin
Rabu, 03 Nov 2021 09:01
Riausky.com

PEKANBARU- Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di Bukit Apolo, Desa Bagan Limau, Ukui, Pelalawan, Rabu (27/10/2021).

Gajah tersebut diduga adalam individu yang sama dengan gajah sumatera yang pernah mendapat pertolongan dari jajaran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau beberapa waktu lalu.

Gajah yang mati tersebut diketahui berjenis kelami betina, dengan tinggi badan 2,17 m, berat badan 2 ton, tebal kulit perut 0,4 cm, tebal kulit punggung 1,2 cm.

“Dari ciri-ciri fisiknya Gajah tersebut adalah Gajah sakit yang sudah dilakukan pengobatan (penanganan medis) pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021 oleh Tim Medis Balai Besar KSDA Riau dan Balai TNTN di Desa Pontian Mekar, Lubuk Batu Jaya, Indragiri,” tutur Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBKSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara dalam penjelasannya.

Fifin menjelaskan,  gajah sumatera tersebut diperkirakan mati pada Selasa pagi, 26 Oktober 2021, atau sehari sebelum ditemukan. 
Kematiannya diduga disebabkan infeksi organ pencernaan, malnutrisi dan dehidrasi.

Dijelaskan Fifin, pada 27 Oktober 2021 sekira pukul 15.00 WIB, Balai Taman Nasional Tesso Nilo Resort Air Hitam Bagan Limau (AHBL), menerima laporan dari masyarakat tentang penemuan bangkai gajah mati di Bukit Apolo. 

Selanjutnya Resort AHBL melaporkan kepada Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro yang ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Riau untuk bersama sama melakukan penanganan.

“Pada hari itu juga, sekitar pukul 22.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau, Balai TNTN, dan masyarakat menuju lokasi kejadian di Bukit Apolo, untuk mengecek kondisi gajah tersebut,” katanya. 

Pada Kamis, 28 Oktober 2021, pukul 08.00 WIB, tim  melakukan nekropsi terhadap Gajah sumatera yang mati tersebut. 

“Dari ciri-ciri fisiknya Gajah tersebut adalah Gajah sakit yang sudah dilakukan pengobatan atau penanganan medis pada Sabtu (23/11/2021)  oleh tim medis BBKSDA Riau dan Balai TNTN di Desa Pontian Mekar, Lubuk Batu Jaya, Indragiri,” jelas dia

Fifin menambahkan, gajah sumatera tersebut diperkirakan mati pada Selasa pagi, 26 Oktober 2021 yang disebabkan infeksi organ pencernaan, malnutrisi dan dehidrasi.

''Dalam tindakan Nekropsi tidak dilakukan mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium dikarenakan semua organ dalam tubuh sudah rusak (lisis). Sehingga seluruh organ dalam tubuh langsung dikuburkan,” pungkas dia

Sumber: Riausky.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.