Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Minimalisir Banjir Saat Musim Hujan, Dinas PUPR Normalisasi Sungai Kerinci Pakai Eskavator Amphibi

Minimalisir Banjir Saat Musim Hujan, Dinas PUPR Normalisasi Sungai Kerinci Pakai Eskavator Amphibi

Admin
Selasa, 07 Jun 2022 13:27
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, Riau menormalisasi Sungai Kerinci yang ada Kecamatan Pangkalan Kerinci. Aktivitas pembersihan aliran sungai telah berjalan selama dua hari.

Normalisasi Sungai Kerinci memang menjadi program rutin setiap tahun.

Pasalnya, sungai yang membentang di sekitar komplek perkantoran Bhakti Praja Pemkab Pelalawan itu sering mengalami penyempitan dan pendangkalan.

Selain itu, aliran air ini merupakan pembuangan akhir dari parit maupun drainase yang ada di Pangkalan Kerinci.

Pantauan  di lokasi, proses normalisasi menggunakan alat berat jenis eskavator amphibi.

Alat ini memang khusus untuk bekerja di atas air seperti sungai maupun kanal.

Operator tampak mengeruk tanah di bagian dasar sungai dan diangkat ke tepi.

Kemudian rumput ataupun tanaman air yang mulai menjorok ke bagian tengah dibersihkan.

"Normalisasi Sungai Kerinci dalam rangka penanganan banjir. Meminimalisir genangan air saat musim hujan," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Pelalawan, Latief Busroni ST MT pada , Selasa (7/6/2022).

Latif menyebutkan, dalam menormalisasi Sungai Kerinci pihaknya bekerjasama dengan Bidang Jasa Konstruksi yang mengoperasikan alat berat.


Eskavator Amphibi diturunkan setelah mendapat instruksi dari Bupati Pelalawan H Zukri yang memerintahkan Dinas PUPR menangani banjir dengan memperdalam dan memperluas Sungai Kerinci.

Pasalnya, sebagian besar parit dan drainase yang ada di ibukota bermuara ke Sungai Kerinci sebagai pembuangan akhir.

Apabila aliran air tidak lancar, tentu akan menimbulkan genangan air dan banjir yang lebih parah lagi.

Kali ini, lanjut Latif, normalisasi Sungai Kerinci lebih luas dan panjang.

Selain membersihkan bagian hulu dari jembatan kembar di Jalan Sultan Syarif Hasyim sampai ke Kuala Terusan, bagian hilir juga akan dibersihkan.

Selama ini aliran air dari jembatan kembar ke arah bawah jarang tersentuh proyek normalisasi.

Sehingga pembuangan air dinilai kurang optimal dari parit besar.

"Pembuatan tanggul dari tanah yang dikeruk juga kita awasi. Kemarin ruang rapi, jadi kita minta operator memperbaiki. Lebih tahan lama dan tertata," pungkas Latif.

Pihaknya tidak memasang target waktu normalisasi, tetapi diupayakan secepat mungkin karena permintaan pemakaian alat berat sangat banyak di beberapa tempat.


Hanya saja panjang sungai yang dibersihkan sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.