Minggu, 26 Apr 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Nelayan Cilincing Resah, Sampah dan Limbah Ganggu Aktivitas Melaut

Lingkungan,

Nelayan Cilincing Resah, Sampah dan Limbah Ganggu Aktivitas Melaut

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 26 Agu 2025 11:26
Berita satu.com
Nelayan di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan banyaknya sampah dan limbah yang mencemari perairan sekitar kolam labuh Dermaga Cilincing. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas melaut, tetapi juga berdampak langsung pada hasil tangkapan, terutama kerang hijau yang banyak mati saat hendak dipanen.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat hamparan sampah menumpuk di kolam labuh yang terintegrasi dengan kolam retensi dermaga nelayan Cilincing. Sampah didominasi plastik dan kayu yang terbawa arus dari laut maupun dari permukiman warga.

Salah satu nelayan, Darsim, mengaku aktivitasnya kerap terganggu karena baling-baling perahu tersangkut sampah. Akibatnya, perahu sulit bergerak dan nelayan terhambat saat melaut.

“Kalau lagi banyak sampah, kipas tidak bisa jalan mesinnya, bisa terganggu. Sampah kadang dari laut juga, ada yang dari kali, dari permukiman warga, hanyut ke muara,” kata Darsim di lokasi, Selasa (26/8/2025).

Selain masalah sampah, nelayan juga menghadapi persoalan limbah yang mencemari perairan. Darsim menuturkan, limbah yang muncul terutama saat musim hujan membuat kerang hijau mati massal.

“Kalau ada limbah, kerang bisa mati total. Kalau mati semua, nelayan bisa rugi sampai 90 persen. Panen gagal, tubuh kerang membusuk lama, bahkan bisa berbulan-bulan,” ungkapnya.

Meski petugas kebersihan kerap mengangkut sampah di kawasan tersebut, jumlah sampah dan limbah yang datang setiap hari tidak berkurang. Menurut para nelayan, penanganan selama ini belum cukup efektif.

“Petugas suka angkutin sampah, tetapi setiap hari datang lagi. Kalau limbah, kita juga tidak tahu asalnya dari mana, apakah dari perusahaan atau kapal. Tiba-tiba saja ada,” tambah Darsim.

Nelayan Cilincing berharap pemerintah lebih serius menangani persoalan sampah dan limbah laut ini. Mereka meminta langkah konkret agar ekosistem laut terjaga dan aktivitas melaut bisa kembali normal.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Lingkungan
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA " Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA " Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.