Senin, 29 Jun 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Nelayan Cilincing Resah, Sampah dan Limbah Ganggu Aktivitas Melaut

Lingkungan,

Nelayan Cilincing Resah, Sampah dan Limbah Ganggu Aktivitas Melaut

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 26 Agu 2025 11:26
Berita satu.com
Nelayan di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan banyaknya sampah dan limbah yang mencemari perairan sekitar kolam labuh Dermaga Cilincing. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas melaut, tetapi juga berdampak langsung pada hasil tangkapan, terutama kerang hijau yang banyak mati saat hendak dipanen.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat hamparan sampah menumpuk di kolam labuh yang terintegrasi dengan kolam retensi dermaga nelayan Cilincing. Sampah didominasi plastik dan kayu yang terbawa arus dari laut maupun dari permukiman warga.

Salah satu nelayan, Darsim, mengaku aktivitasnya kerap terganggu karena baling-baling perahu tersangkut sampah. Akibatnya, perahu sulit bergerak dan nelayan terhambat saat melaut.

“Kalau lagi banyak sampah, kipas tidak bisa jalan mesinnya, bisa terganggu. Sampah kadang dari laut juga, ada yang dari kali, dari permukiman warga, hanyut ke muara,” kata Darsim di lokasi, Selasa (26/8/2025).

Selain masalah sampah, nelayan juga menghadapi persoalan limbah yang mencemari perairan. Darsim menuturkan, limbah yang muncul terutama saat musim hujan membuat kerang hijau mati massal.

“Kalau ada limbah, kerang bisa mati total. Kalau mati semua, nelayan bisa rugi sampai 90 persen. Panen gagal, tubuh kerang membusuk lama, bahkan bisa berbulan-bulan,” ungkapnya.

Meski petugas kebersihan kerap mengangkut sampah di kawasan tersebut, jumlah sampah dan limbah yang datang setiap hari tidak berkurang. Menurut para nelayan, penanganan selama ini belum cukup efektif.

“Petugas suka angkutin sampah, tetapi setiap hari datang lagi. Kalau limbah, kita juga tidak tahu asalnya dari mana, apakah dari perusahaan atau kapal. Tiba-tiba saja ada,” tambah Darsim.

Nelayan Cilincing berharap pemerintah lebih serius menangani persoalan sampah dan limbah laut ini. Mereka meminta langkah konkret agar ekosistem laut terjaga dan aktivitas melaut bisa kembali normal.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Lingkungan
Berita Terkait
  • Senin, 29 Jun 2026 12:15

    Realisasi Penyaluran Bantuan Pangan Bulog Sumut Capai 95 Persen, Siap Lanjut Juli 2026

    Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Bulog Sumut) melaporkan pencapaian signifikan dalam realisasi penyaluran bantuan pangan. Hingga saat ini, sekitar 95 persen dari total penerima manfaat di Su

  • Senin, 29 Jun 2026 12:12

    Gandeng Dokter Spesialis Kandungan, Polisi Usut Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Terhadap Yuvita

    Kepolisian mendalami unsur kekerasan seksual dilakukan tersangka Taufik Hidayat (30) terhadap korban Yuvita Tri Rezeki (29). Kepolisian telah melibatkan dokter spesialis kandungan untuk melakukan peme

  • Senin, 29 Jun 2026 12:07

    Komnas HAM Minta Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Disetop

    Jakarta - Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Pramono Ubaid menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya lima Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia

  • Senin, 29 Jun 2026 12:04

    Pemerintah Andalkan Stimulus Rp 26,34 Triliun untuk Jaga Daya Beli dan Ekonomi

    Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan jika pemerintah terus menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Be

  • Senin, 29 Jun 2026 12:00

    Pemprov DKI Siap Anggarkan Rp 100 Miliar untuk LPDP Jakarta

    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk menyokong program beasiswa Lembaga Pengelola D

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.