- Home
- Lingkungan
- Operator Alat Berat Lihat Harimau Berkeliaran, 2 Hari Sebelum Pekerja HTI di Pelalawan Kena Serang
Operator Alat Berat Lihat Harimau Berkeliaran, 2 Hari Sebelum Pekerja HTI di Pelalawan Kena Serang
Admin
Senin, 07 Feb 2022 14:53
PELALAWAN - Dua hari sebelum harimau menyerang seorang pekerja HTI di Pelalawan, ternyata operator alat berat telah melihat hewan buas itu berkeliaran di lokasi kejadian.
Seorang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Satria Perkasa Agung (SPA) di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi korban serangan harimau pada Sabtu (5/2/2022) lalu.
Korban bernama Tugiat (42) dan jenazahnya dibawa ke Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dikebumikan.
Menurut para pekerja HTI di areal PT SPA, harimau ternyata telah menampakkan diri beberapa hari sebelum penyerangan naas kepada korban Tugiat yang tewas mengenaskan.
Para karyawan PT CIS yang merupakan kontraktor PT SPA ini telah sering melihat Si Belang melintas di wilayah tersebut.
Sehingga mereka mensiasati jam kerja agar tidak terjadi konflik dengan binatang buas itu.
"Sebenarnya pekerja sudah tahu itu daerah harimau, makanya mereka pergi bekerja secara beramai-ramai dan pulang sebelum senja," kata warga Teluk Meranti Tony Bono, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (7/2/2022).
Para penumbang kayu akasia itu menjadwalkan jam kerja berakhir pada pukul 16.00 WIB, karena biasanya menjelang Maghrib Datuk Belang keluar mencari makanan hingga malam dan dini hari.
Pada hari naas itu, korban diserang satwa liar itu hingga kepalanya terpisah dari badan dan kaki sebelah kiri habis dimakan.
Dua hari sebelum kejadian, satwa bernama latin panthera tiggris sumatrae itu muncul di depan alat berat jenis eskavator.
Kejadiannya pada malam hari, saat operator eskavator bekerja tak jauh dari lokasi penyerangan.
Seekor harimau dewasa melintas dari depan alat berat hingga ia menghentikan aktivitasnya.
Bahkan operator sempat mengabadikan video penampakan karnivora itu dengan kamera ponselnya.
Si Belang berjalan santai di depan eskavator dengan sorotan lampu.
Bahkan hewan itu sempat mengitari alat berat dan kemudian hilang di kegelapan malam diantara semak belukar.
"Penampakannya dua hari sebelum kejadian. Harimaunya cukup besar dan ada videonya. Tapi tak bisa dipastikan itu yang menyerang korban," kata warga Desa Pulau Muda, Diki Candra.
Dua hari setelah penampakan Si Belang oleh operator, barulah peristiwa naas itu terjadi.
Korban Tugiat yang asik memanen kayu akasia menggunakan mesin chainsaw diserang secara sadis dan bagian tubuhnya dimakan harimau.