Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Pekerja HTI di Pelalawan Kembali Diserang Harimau, TKP Berjarak 2 KM dari Korban Pertama

Pekerja HTI di Pelalawan Kembali Diserang Harimau, TKP Berjarak 2 KM dari Korban Pertama

Admin
Selasa, 06 Sep 2022 15:32
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN- Harimau sumatera kembali menyerang pekerja perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan, Sabtu (3/9/2022) malam pekan lalu. Lokasinya berdekatan dengan kejadian serangan harimau pada 19 Agustus lalu.

Serangan pertama pada 19 Agustus dan serangan kedua pada 3 September masih berada dalam hamparan yang sama.

Terletak di areal HTI milik PT Peranap Timber yang beroperasi di Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar berbatasan dengan Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti.

Pada harimau serangan pertama korban seorang perempuan pekerja HTI bernama Seha Sopiana Manik (44) yang meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Sedangkan serangan Si Belang yang kedua kemarin melukai pekerja HTI pria bernama Nihar (41).

Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan dan mengalami sejumlah luka cakaran dari Kucing Besar itu.

"Jarak dari serangan harimau pada bulan lalu dengan yang Sabtu kemarin hanya 2 Kilometer lebih. Masih satu hamparan di konsensi HTI PT Peranap Timber," ungkap Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S Hasibuan melalui Kabid Wilayah l Andri Hansen Siregar , Selasa (6/9/2022).

Andri Hansen menerangkan, korban Nihar merupakan karyawan vendor PT Peranap Timber bernam PT RPM.

Lelaki itu bekerja sebagai harvesting atau pemanen dan penumpang kayu akasia di HTI Peranap Timber.


Ia bersama rekan kerjanya yang lain tinggal di camp atau barak yang disiapkan oleh perusahaan.

Ternyata harimau sumatera juga mengintai par pekerja yang tinggal di barak tersebut.

Berdasarkan penuturan korban dan saksi-saksi, awalnya Nihar ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil pada pukul 22.30 wib Sabtu (3/9/2022) malam pekan lalu.

Lantas ia keluar dari barak dan berjalan menuju kamar mandi yang cukup jauh. Ternyata dia melihat seekor harimau sumatera sedang duduk dan berhadapan dengan dirinya.

Terkejut melihat hewan karnivora itu di depannya, Nihar secara reflek berbalik arah dan ingin berlari kembali ke barak. Lantaran jarak dekat, harimau langsung menerkam korban dan mencakar dari belakang.

Binatang buas itu bermaksud untuk memangsa lelaki tersebut.

"Korban masih dalam jangkauan harimau itu dan bisa diterkam. Ia sempat dicakar dari belakang. Mungkin dikira sebagai pakannya," beber Andri Hansen.

Sadar nyawanya dalam bahaya, korban menjerit dan berteriak minta tolong.

Mendengar suara korban, rekan-rekan Nihar datang dan melihatnya masih dalam cengkraman harimau sumatera.

Mereka mengusir hewan bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu agar korban bisa diselamatkan.

Kemungkinan karena melihat manusia ramai, harimau itu pergi dan menghilang ke dalam hutan akasia.

Selanjutnya korban dibawa ke Klinik milik PT Peranap Timber dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci keesokan harinya.

Nihar mendapat sejumlah luka serius pada bagian kepala belakangan, leher, punggung, serta bagian tubuh lainnya. Tim medis memberikan pengobatan untuk menyelematkan nyawanya.

Saat ini ia menjalani penanganan intensif di ruang ICU RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.

Setelah mendapat laporan dari pihak perusahaan, BKSDA Riau mengirimkan tim yang ketika itu masih berada di lokasi serangan pertama.

Dengan jarak tempuh selama satu jam, tim langsung berkoordinasi dengan manajemen perusahaan untuk melakukan mitigasi.

Tim memasang kamera trap di beberapa titik dan memberikan sosialisasi kepada pekerja yang menghuni camp.

"Tim juga menemukan jejak satwa liar itu itu sekitar lokasi serangan. Korban langsung di bawa ke Pangkalan Kerinci," pungkasnya.

Para pekerja diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam kerja karena areal tersebut merupakan habitat harimau sumatera yang masuk dalam Landscape Semenanjung Kampar.

Belum bisa dipastikan jika harimau yang menyerang Nihar merupakan harimau yang sama yang membunuh korban Seha Sopiana Manik bulan lalu.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.