Sabtu, 20 Jun 2026
- Home
- Lingkungan
- Pemkab Kampar akan Melakukan Kajian Epidemologi untuk Ajukan PSBB Antisipasi Penyebaran Covid-19
Pemkab Kampar akan Melakukan Kajian Epidemologi untuk Ajukan PSBB Antisipasi Penyebaran Covid-19
admin
Selasa, 14 Apr 2020 10:09
BANGKINANG - Terkait pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah lebih dahulu dilakukan Kota Pekanbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar akan melakukan kajian epidemologi.
"Kita akan lakukan kajian epidemologi sebelum mengajukan hal tersebut," ucap Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, Senin (13/4).
Ia mengatakan untuk melakukan PSBB perlu memikirkan dampak sosial ekonomi masyarakat.
Saat ini di Kabupaten Kampar ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 19 orang, positif 2 orang, di rawat 11 orang dan sehat 5 orang.
"Mengikut arahan Gubernur Pemda Kampar akan membentuk desa siaga secepatnya," jelasnya.
Disamping pembentukan Desa Siaga, Pemkab Kampar dalam rangka mendorong Social Distancing berjalan dengan baik melakukan pembagian sembako terhadap sejumlah masyarakat yang berhak menerimanya.
Selain itu, Pemkab Kampar menyediakan anggaran tiap desa melalui Dana Desa sebanyak Rp 150 juta perdesa dalam rangka penanganan Covid 19.
PEKANBARU Segera Terapkan PSBB
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengungkapkan, meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru sudah mendapatkan persetujuan dari Kementrian Kesehatan, namun untuk pelaksananya masih menunggu Peraturan Walikota (Perwako) selesai dibuat oleh Walikota.
Sebab hingga saat bini Perwako tentang aturan PSBB di Kota Pekanbaru belum rampung, sehingga pelaksanaan PSBB belum bisa diterapkan.
"Menteri kesehatan telah menetapkan PSBB di Kota Pekanbaru, tapi pelaksananya masih menunggu kesiapan Walikota Pekanbaru untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat di Kota Pekanbaru.
Sekaligus mempersiapkan Perwako yang berkaitan dengan pelaksanaan PSBB di Kota Pekanbaru," kata Gubernur Riau Syamsuar di Gedung Daerah, Senin (13/4/2020).
"Kami tadi pagi melakukan rapat koordinasi bersama bupati dan walikota se Provinsi Riau menyampaikan perkembangan terkini perkembangan Covid-19 di Riau," tambah Gubri.
Selain itu, dalam Rakor tersebut, Gubri juga menyampaikan kepada seluruh bupati dan walikota se Provinsi Riau bahwa kota Pekanbaru sudah ditetapkan oleh Kemenkes untuk melaksanakan PSBB.
"Kami mengajak kabupaten kota, khsusunya yang bertetangga dengan Kota Pekanbaru. Seperti pelalawan, Kampar, Siak, bengkalis dan dumai, ada enam agar juga mempertimbangkan untuk mengusulkan PSBB," ujarnya.
Gubri menyampaikan, ajakan kabupaten kota yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru agar mengusulkan PSBB tersebut berdasarkan pertimbangan dibeberapa wilayah ini sudah ada yang terjangkit Covid-19 dan banyak yang PDP dan ada PDP yang meninggal dunia.
"Tapi tadi bupati dan walikota yang berbatasan dengan Pekanbaru ini masih minta waktu untuk menentukan sikapnya," katanya.
Meski masih minta waktu untuk penetapan PSBB, Gubri meminta kepada bupati dan walikota se Provinsi Riau agar mengerahkan seluruh perangkatnya mulai dari RT hingga Kepala Desa dan Camat agar lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan penularan virus corona ini.
"Kami minta mereka agar meningkatkan Kewaspdaan, penyuluhan dan meningkatkan peran RT, RW, lurah dan kepla desa agar lebih gencar lagi dengan virus corona ini yang semakin berkembang di Riau. Khususnya di Kota Pekanbaru," ucapnya.
Sumber: tribunpekanbaru.com
komentar Pembaca