- Home
- Lingkungan
- Tiga Hari Pasca Serangan Tewaskan Pekerja HTI di Pulua Muda, Harimau Sumatera Muncul Dekat Camp Pekerja
Tiga Hari Pasca Serangan Tewaskan Pekerja HTI di Pulua Muda, Harimau Sumatera Muncul Dekat Camp Pekerja
Admin
Kamis, 10 Feb 2022 10:05
PELALAWAN - Serangan Harimau Sumatera yang tewaskan pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di perbatasan Pelalawan dan Inhil Riau telah berlangsung 3 hari.
Lokasi kejadian di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Namun hingga kini teror dari Si Belang masih saja dialami oleh para pekerja HTI yang berada di areal HTI milik PT Satria Perkasa Agung (SPA) tepatnya di Blok K Petak 501 Distrik Simpang Kanan.
Hampir setiap malam seekor harimau muncul tidak jauh dari barak yang menjadi tempat tinggal pekerja.
Alhasil penumbang kayu dan operator alat berat yang mendiami barak merasa ketakutan.
"Tadi malam muncul lagi seekor harimau dekat camp kami. Semua ketakutan melihatnya," kata seorang operator yang menolak menyebutkan namanya seperti dilaporkan tribunpekanbaru.com, Selasa (8/2/2022).
Pria tersebut menceritakan, tepat pukul 10 malam lewat, dirinya membuka pintu camp tempat tinggal mereka.
Saat pintu dibuka, tampak binatang menyerupai seekor harimau sedang berjalan di seberang kanal.
Beruntung posisi binatang buas itu dengan barak dipisahkan oleh kanal atau parit yang besar.
Tak ayal Si Belang tak bisa mendatangi barak, tetapi penampakan membuat mereka ketakutan.
"Pas di lihat lagi sudah hilang. Sebelum-sebelumnya sudah sering lihat (harimau)," kata pria tersebut yang berbicara melalui telpon milik warga Desa Pulau Muda, Diki Candra.
Ia tidak sempat mengabadikan kemunculan satwa liar bernama Latin Panthera Tiggris Sumatrae tersebut.
Lelaki asal Medan ini juga mengaku dirinya berada di dalam alat berat eskavator bersama temannya, saat Si Belang muncul pada malam hari seperti yang ada di video yang beredar tersebut.
Menurut Diki Candra, banyak pekerja yang memilih pulang dan meninggalkan barak setelah seorang penumbang akasia bernama Tugiat (42) tewas mengenaskan diduga dimakan Harimau.
Satu per satu pekerja chainsaw dan operator pulang ke kampung dan tak bekerja lagi lantaran ketakutan.
"Kebetulan saya yang mengurus transportasi mereka keluar dari dalam sampai ke kota. Jadi mereka banyak cerita ke saya," beber Diki Chandra.
Masyarakat setempat meminta pihak yang berwajib dan instansi terkait agar segera mencari solusi terhadap konflik satwa yang dilindungi itu dengan manusia. Agar tidak ada korban jiwa lagi akibat konflik tersebut