Sabtu, 02 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Tiga Titik Karhutla di Pelalwan Riau Tinggal Pendinginan, Polres Kumpulkan Bahan dan Keterangan Selasa, 30 Juni 2020 15:10

Tiga Titik Karhutla di Pelalwan Riau Tinggal Pendinginan, Polres Kumpulkan Bahan dan Keterangan Selasa, 30 Juni 2020 15:10

admin
Selasa, 30 Jun 2020 16:43
Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan api Karhutla di Pelalawan.
PANGKALAN KERINCI - Tiga hari belakangan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai muncul di Kabupaten Pelalawan Riau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Hadi Penandio mengatakan, ada tiga lokasi Karhutla yang menjadi fokus pemadaman dan pendinginan tim gabungan.

Tiga titik itu tersebar di tiga kecamatan dan sebagian besar api telah padam, tinggal mendinginkan areal mengantisipasi api kembali muncul pada saat kemarau.

"Tim gabungan rayon kecamatan di tiga kecamatan masih berada di lokasi Karhutla, untuk melakukan operasi pemadaman dan pendinginan," tutur Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (30/6/2020).

Hadi Penandio menjelaskan, lokasi pertama muncul titik api yakni di Desa Merbau Kecamatan Bunut yang berbatasan dengan Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti.

Api sudah dapat dipadamkan oleh seratusan personil gabungan dibantu dengan dua unit helikopter water bombing.
Pendinginan terus diupayakan sambil menyisir asap yang masih muncul.

Kemudian, Karhutla di Desa Tanjung Kuto Kecamatan Pangkalan Lesung diatasi oleh tim rayon kecamatan yang terdiri dari Polsek, TNI, masyarakat peduli api, kecamatan, dan PT SLS.

Saat ini tinggal pendinginan untuk menghilangkan asap. Sempat juga dibantu oleh satu unit helikopter dari Satgas Udara Provinsi Riau.

Satu titik lagi di Tanjung Putus Desa Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci yang muncul pada Senin (29/6/2020) sore lalu.

Tim rayon kecamatan, Polsek, TNI, Satpol PP dan Damkar, serta tim lainnnya masih melakukan pemadaman.

Api dilokalisir agar tidak meluas dan merembet ke lahan lainnya.

Si jago merah melalap semak belukar dan kebun sawit masyarakat

"Kemarin ada empat heli yang dikirim ke Pelalawan. Tiga untuk water Bombing dan satu lagi hanya patroli," bebernya.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK, menyebutkan pihaknya belum bisa memastikan Karhutla yang terjadi di Desa Merbau di areal HTI PT Arara Abadi atau di luar kawasan.

Pengumpulan bahan dan keterangan terus dilakukan untuk mengetahui penyebab terbakarnya lahan gambut tersebut.

"Kita mau Pulbaket dulu kepada karyawan, pekerja, atau masyarakat disitu untuk memastikan penyebabnya," kata Kapolres Indra.

Indra menyatakan, api padam dalam 1x24 jam pemadaman oleh tim gabungan di lokasi. Namun pendinginan akan membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Sumber: tribunpelalawan.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.