- Home
- Lingkungan
- Tren Kebakaran Lahan dan Hutan di Kampar Meningkat, Hingga Juli 2021 Sudah 44 Kasus
Tren Kebakaran Lahan dan Hutan di Kampar Meningkat, Hingga Juli 2021 Sudah 44 Kasus
Admin
Senin, 02 Agu 2021 09:07
BANGKINANG - Kasus Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) 2021 di Kampar mengalami tren peningkatan dibandingkan 2020.
Hingga Juli 2021 ini saja, sudah mencapai 44 kasus.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) yang diterima tribunpekanbaru.com, Minggu (1/8/2021), jumlah kasus 2021 di periode Januari-Juli hanya terpaut satu kasus di bawah 2020.
Total kasus selama 2020 hanya 45 kasus. Jumlah di periode yang sama tahun 2020 sebanyak 21 kasus dengan luas lahan terbakar hampir 23 hektare.
Jauh meningkat di tahun 2021. Di periode yang sama, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 54,53 hektare.
Pada Januari-Juli 2020, Kecamatan Salo adalah penyumbang terbanyak dengan enam kasus. Bangkinang Kota sebagai Ibukota Kampar menyumbang empat kasus.
Tetapi lahan terbakar yang terluas di Desa Sungai Jalau Kecamatan Kampar Utara yakni 7 hektare.
Pada periode yang sama di 2021, Kecamatan Salo dan Tapung menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah masing-masing delapan kasus.
Bangkinang Kota masih menyumbang cukup banyak, yakni enam kasus.
Lahan terbakar paling luas tersebat di dua desa. Yakni, Desa Karya Indah Kecamatan Tapung dan Desa Penyasawan Kecamatan Kampar masing-masing seluas 7 hektare.
"Kita selalu mencatat setiap kasus yang terjadi di wilayah administrasi Kabupaten Kampar," ungkap Kepala Pusdalops-PB Kampar, Adi Chandra Lukita yang juga Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Minggu (1/8/2021).
Kasus terakhir di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung. Lahan seluas 0,5 hektare di sekitar perbatasan Kampar dengan Pekanbaru terbakar pada Sabtu (31/7/2021) malam.
Chandra mengatakan, api diperkirakan muncul pada Jumat (30/7/2021) sekira pukul 19.45 WIB. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) menerima informasi pukul 20.00 WIB.
Upaya pemadaman terkendala lokasi yang berbukit yang terjal. Beruntung Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) mendapat bantuan dari Manggala Agni dan Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru.
"Pemadaman dengan mesin, kita dapat suplai dari Pekanbaru," kata Chandra. Api berhasil dipadamkan sebelum matahari terbit pada Minggu (1/7) dini hari.