Aksi Penghabisan Belanda Pasca-Gencatan Mengakhiri Operatie Product
Selasa, 04 Agu 2015 08:36
BUKAN Belanda namanya, jika tak membandel dengan beragam perjanjian yang sedianya sudah disepakati dengan Republik Indonesia. Tak hanya Perundingan Linggardjati yang mereka langgar. Seruan gencatan senjata 4 Agustus 1947 pun tak mereka turuti seketika.
Padahal pemerintah Belanda sudah memaksa Gubernur Jenderal H.J. van Mook untuk menyerukan cease fire pada 4 Agustus 1947 mulai pukul 24.00. Gencatan itu lahir dari tekanan dunia internasional yang mengecam Agresi Militer I sejak 21 Juli 1947.
Sejatinya, pihak republik sendiri juga masih melakukan beberapa perlawanan di sejumlah daerah, sebelum pukul 24.00. Seperti perlawanan dari Divisi Siliwangi di Sumedang yang sudah pecah sedari 3 Agustus 1947.
Begitupun dengan para kombatan republik yang membendung manuver Brigade V Belanda yang ingin menguasai Kebumen. Pasukan Belanda pada saat gencatan diserukan, hanya mampu mencapai Gombong.
Tapi setelah seruan gencatan senjata diberlakukan 4 Agustus 68 tahun silam, masih ada saja aksi-aksi 'koboi' para serdadu Belanda, sebagaimana yang terjadi di Bangkalan dan Pamekasan, Madura.
Seperti dikutip dari 'Kronik Revolusi Indonesia 1947', Belanda baru menghentikan agresi mereka beberapa hari setelah seruan gencatan diberlakukan, lantaran bersikeras ingin menguasai Pulau Madura terlebih dahulu. Aksi penghabisan yang mereka sebut "gerakan pembersihan"
Setali tiga uang dengan yang terjadi di Jawa Barat. Agresi dengan kode "Operatie Product" itu masih dilancarkan Belanda beberapa pekan setelah gencatan, demi mengasai Banten hingga batas "Garis Van Mook" sepanjang Tegal-Purwokerto-Banyumas-Cilacap.
Tak lama setelah menyampaikan pengumuman gencatan senjata sesuai perintah pemerintah pusat Belanda, Van Mook sempat ingin meyakinkan para pejabat Belanda, agar meneruskan agresi hingga Yogyakarta yang kala itu jadi Ibu Kota republik.
Panglima Letjen Simon H. Spoor bahkan tetap memerintahkan pasukannya stand by. Kendati begitu, Den Haag tak kunjung mengirim jawaban soal usulan Van Mook tersebut.
Baru setelah itu, Spoor memerintahkan segenap pasukannya di Jawa Barat, Semarang, Madura, Medan, Palembang dan Padang, untuk menghentikan tembak-menembak.
Salurkan Beasiswa Nasional, Langkah BNI Dukung Pemerataan Pendidikan
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Har
Harga BBM BP dan Vivo Naik Jadi Rp30.890 per Liter di Mei 2026, Pertamina Kapan?
JAKARTA - Harga BBM di SPBU swasta seperti Vivo dan BP naik pada 1 Mei 2026. SPBU Vivo dan BP kompak menaikkan harga BBM menjadi Rp30.890 per liter.Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Pl
Menko Yusril Tegaskan Fungsi Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
JAKARTA â€" Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa posisi Komnas HAM harus diperkuat. Ia menilai fungsi pengawasan dan penegak
23 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ketahuan Pakai Visa Nonprosedural
JAKARTA â€" Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunda keberangkatan calon jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa nonprosedural. Kali ini, sebanyak 23 orang dicegah berangkat saat hen
May Day di Jakarta, Ratusan Aktivis hingga Pejabat Negara Serukan Kesejahteraan Buruh
JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.Kegiatan te